25
Wed, May
13 New Articles

Top Stories

Grid List

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

 

SIMANTAB.COM, Siantar – Brankas milik Kantor Pusat GKPS di Jalan Pdt Wismar Saragih, Kelurahan Bane, Siantar Utara, Sumatera Utara, dibobol maling. Kejadian tersebut baru diketahui Rabu (25/06/2016) pagi. Para pelaku berhasil melarikan uang puluhan juta rupiah.

Kejadian tersebut baru diketahui saat Hotman Tambunan yang bertugas negunci pintu bangunan kantor pusat GKPS tersebut membuka pintu Biro Keuangan dan melihat pintu sudah terbuka dengan engsel rusak. Selanjutnya dilihatnya brankas sudah berpindah tempat dan terbuka. Selanjutnya, ia melaporkan hal tersebut ke Satpam GKPS.

Selasa sore ia mengakui bahwa belum menutup pintu belakang karena masih ada staf yang bekerja dan menitipkan kunci belakang kepada staf tersebut yang diketahui bernama Tomy Purba. Selanjutnya, ia tidur dan kemudian terbangun sekira pukul 23.00 WIB untuk melihat kondisi sekitar bangunan kantor. Hanya saja, saat itu ia tidak melihat hal yang aneh. Dan, ia mengaku tidak mendengar suara keributan apapun di sekitaran bangunan kantor.

“Jam 11 malam masih keliling aku dan ku kasih gembok sama si Tomy,” katanya.

Sementara Tomy mengaku bahwa malam itu ia baru pulang dari kantor sekira pukul 23.30 WIB. Dan saat kejadian terjadi ia tidak menemukan hal yang aneh ataupun hal lainnya. “Aku ada kerjaan untuk menyusun buku, hampir jam 12 malam aku baru pulang dan Hotman masih sempat mengasi gembok sama aku,” ucapnya.

Ivo Maria Saragih, kasir Kantor Pusat GKPS mengatakan, di brankas tersebut mereka menyimpan uang kolekte sekitar Rp 80 juta. “Belum tahu berapa karena uang besar semua yang dibawa malingnya,” ucapnya.

Dan, Kapolsek Siantar Utara, Poltak Simatupang membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Diduga pelaku masuk dari jendela dan kemudian mengambil isi brankas serta reciver CCTV. “Kita masih selidiki kasus ini, saksi-saksi sedang kita periksa,” ucapnya. (lud)

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

 

SIMANTAB.COM, Siantar –  Seorang gadis muda bernama Nina meninggal dunia di Rumah Sakit Vita Insani, Jumat (20/05/2016) dini hari tadi. Sebelumnya, ia dirawat karena terluka usai insiden tabrakan beruntun,  di Jalan Pdt Justin Sihombing, Kamis (19/05/2016) tengah malam.

Kecelakaan yang berakhir dengan kematian Nina, menurut keterangan sejumlah sumber melibatkan sedikitnya 4 unit kenderaan berbeda. 1 unit dump truck, 2 unit mobil, dan 1 unit sepedamotor. Ketika itu, dump truck BA 9883 OU yang dikemudikan seorang pria bernama Firdaus Nasution (35)   melaju ke arah Simpang Sambo, tiba-tiba mengalami rem blong.

Dalam kondisi panik, menurut keterangan sejumlah saksi, pengemudi truk membanting stir ke sisi kanan pengemudi. Akibatnya, truk itu langsung menghantam Toyota Yaris warna biru, yang kebetulan diparkir di bahu jalan. Masih dalam posisi melaju, truk itu kemudian menghantam Yamaha Scorpio yang ditumpangi Nina, dan pacarnya, Dian, yang meluncur dari arah berlawanan.

“Setelah nabrak kreta Scorpio, dump truck itu kembali ke posisi normal di badan jalan. Tapi karena tidak lagi dilengkapi rem, akhirnya nabrak lagi. Yang ditabrak Daihatsu Espass BK 1284 LB. Setelah itu baru berhenti,” jelas Erik Silalahi, seorang warga yang berdomisili di sekitar lokasi.

Usai insiden, Firdaus, sang pengemui dump truck yang diwawancarai wartawan mengaku insiden itu terjadi karena truck bermuatan karet asal Madina yang ia kemudikan mengalami rem blong. “Tiba-tiba rem pecah. Blong, akhirnya nyosor. Tadinya kamu menuju Perdagangan,” kata dia.

Sementara itu, dari IGD Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar dilaporkan, Nani, yang dilarikan ke rumah sakit tersebut bersama Dia (30) kekasihnya, usai insiden kecelakaan di Jalan Justin Sihombing, akhirnya meninggal dunia. “Korban atas nama Nina lukanya parah. Kaki kananya patah, tulang rahang retak juga,” kata seorang perawata.

Di tempat itu, Ponira, ibu kandung Nani juga terlihat menangis histeris, meratapi kematian putrinya itu.   Menurut keterangan sejumlah kerabat almarhumah Nani yang mendampingi Ponira di IGD RSVI, sebelum kecelakaan itu terjadi, Dian dan Nani hendak menjenguk temannya yang sedang sakit di RS Mina Padi, Beringin, Kecamatan Tapian Dolok.(Lud)

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Pakpak Barat – Proyek perbaikan jalan di Desa Mungkur, Kabupaten Pakpak Barat, masih menjadi pertanyaan dari mana sumber dana pekerjaan proyek tersebut. Pasalnya, di lokasi pekerjaan dan juga dari keterangan pekerja, tidak diketahui sumber dana pekerjaan tersebut berasal. 

Pantauan awak media di lokasi pekerjaan, Rabu (25/05/2016) truk pengangkut matrial terlihat hilir mudik mengangkut matrial proyek berupa batu. Diduga batu tersebut bukan berasal dari Kabupaten Pakpak Barat melainkan dari Kabupaten Dairi. Proyek perbaikan jalan tersebut, sampai saat ini belum ada dipasang plank pemberitahuan asal muasal dana perbaikannya. Dan menurut salah seorang pekerja, ia sendiri tidak mengetahui dari mana sumber anggaran pekerjaan tersebut. "Kami hanya pekerja dan tidak mengerti dari mana sumber dana kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara salah seorang warga, A Padang juga mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia sendiri merasa bingung mengenai status jalan di daerah tersebut. “Sumber anggarannya mungkin dari Provinsi atau dari Kementerian, saya juga kurang tahu,” ungkapnya. (Cbm)

User Rating: 2 / 5

Star activeStar activeStar inactiveStar inactiveStar inactive

SIMANTAB.COM, Belawan– Akhirnya, satu dari dua pelaku perompak reporter Salam TV yang melakukan aksinya di perairan Belawan berhasil diringkus oleh petugas di Aceh. Kejadian perompakan yang terjadi pada Rabu (27/04/2016) lalu tersebut membuat salah seorang reporter tewas.

Informasi diperoleh dari www.tribun-medan.com. Penangkapan pelaku atas kerjasama yang dilakukaan Sat Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan dengan pihak kepolisian di Aceh. Atas kerjasama tersebut pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Pelabuhan Belawan untuk ditindaklanjuti.

Kasat Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan, AKP Bambang Gunanti Hutabarat mengatakan, saat ini pelaku masih diperiksa oleh penyidik. "Ya sudah (kami tangkap), tapi nanti dulu lah ya. Soalnya masih kami kembangkan lagi," kata Bambang Rabu (25/5/2016).

Sebelumnya, kasus perompakan yang terjadi pada Rabu (27/4/2016) lalu di Perairan Belawan ini menewaskan wartawan Salam TV bernama Zulfan Sayful (38). Zulfan tewas tenggelam setelah sempat bergumul dengan perompak di atas kapal.

Saat itu, Zulfan dan tiga orang kru Salam TV beserta seorang ustadz baru saja menyelesaikan rekaman untuk acara ramadhan. Saat diperjalanan menuju darat, kapal Izah GT yang ditumpangi korban dipepet dua orang perompak.

Mereka merampas tas berisi kamera Canon D5 beserta aksesoris yang bernilai Rp200 juta. Tak mau kehilangan barang-barangnya, Zulfan berusaha melompat ke kapal pelaku. Sayangnya, Zuldan terjatuh ke air dan tewas tenggelam. (Sn-03)

Advertisement