27
Fri, May
37 New Articles

Top Stories

Grid List

SIMANTAB.COM, Jorlang Hataran – Pemerintah Kabupaten Simalungun akan kembali memberlakukan  Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) 6 hari belajar efektif dalam sepekan di seluruh sekolah di Kabupaten Simalungun. Dinas Pendidikan merencanakan, mulai tahun ajaran baru nanti, kebijakan ini sudah berjalan.

Rencana ini, sekaligus menjadi moment akhir bagi kebijakan hari belajar efektif Senin – Jumat, yang berlaku selama ini di Kabupaten Simalungun. Hal ini ditegaskan Plt Kadis Pendidikan Kabupaten Simalungun, Lurinim Purba, saat menghadiri pertemuan di Kecamatan Jorlan Hataran, baru-baru ini.

Lurinim, dalam kesempatan pertemuan itu mengatakan, selain akan memberlakukan enam hari belajar efektif, Dinas pendidikan juga berencana meniadakan tenaga pendidik berstatus honorer di sekolah-sekolah. Ini menyusul kebijakan pemerintah pusat, melakukan pertukaran tenaga pendidik. Yang mana, tenaga pendidik berstatus PNS yang selama ini diperbantukan di sekolah swasta, akan ditarik ke sekolah negeri.

 “Perlu diketahui, kendala yang paling utama yang kami alami selama ini adalah kurangnya koordinasi dan komuni kasi baik dari tingkat Dinas sampai kepada kepala sekolah,” tutur Lurinim.

Menanggapi rencana penghapusan tenaga pendidik honorer, Kasek SMPN 3 Kecamatan Dolok Panribuan R  Sitompul menyampaikan keberatannya. Kata dia, tenaga guru di sekolahnya sangat kurang. Hanya ada 3 guru berstatus PNS, sedangkan selebihnya adalah honorer. “Saya sebagai kepala sekolah memohon kepada Dewan dan juga Kadis agar memperhatikan keluhan ini agar sekolah tersebut dapat berkembang dan lebih maju lagi,” pinta R Sitompul.(Lud)

 

 SIMANTAB.COM, Tanah Jawa – Bupati Simalungun, DR JR Saragih menyempatkan diri meninjau pelaksanaan Pelayanan Kesehatan dan Pelayanan Kependudukan yang dilakukan Pemkab Simalungun, di Kampung Melayu, Kecamatan Tanah Jawa, Jumat (27/05/2016).

Kunjungan Bupati ke lokasi pelaksanaan kegiatan sosial tersebut, terbilang di luar agenda. Sebelumnya, Bupati bersama keluarga sedang mengikuti upacara pemberkatan pernikahan keponakannya, di Aek Bottar, Kecamatan Hatonduhan. Usai menghadiri upacara pernikahan itu, Bupati Simalungun, didampingi sejumlah pejabatnya, termasuk Camat Tanah Jawa, Basaia Samosir langsung menuju lokasi.

    KUNJUNGAN BUPATI

Dalam kunjungan itu, Bupati disambut hangat oleh ratusan warga berkumpul di lokasi pelaksanaan pelayanan kesehatan, dan pelayanan administrasi kependudukan. Di tempat ini, Bupati pun menyempatkan diri berdialog dengan masyarkat, yang secara umum menilai kegiatan tersebut harus dilanjutkan, karena sangat memudahkan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Simalungun lantas memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan, dr Jan Maurisdo Purba untuk melakukan penanganan lanjut terhadap dua orang pasien remaja, yakni Arianto (14), dan Arpan (10). Kedua remaja ini, saat pemeriksaan dilakukan, diketahui menderita penyakit yang terbilang serius, hingga dirasa butuh penanganan yang lebih intensif.

Sementara itu, dr Jan Maurisdo, usai menerima arahan dari Bupati mengatakan, kedua pasien tersebut diperkirakan menderita gangguan pada saraf punggung. Keduanya, direncanakan akan dirawat di RS Efarina Etaham, di Berastagi. Hanya saja, keduanya akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan awal di RSUD Rondahaim, Pamatang Raya. “Rencananya ke RS Efarina, Berastagi. Namun, akan dibawa ke RSUD Raya dulu,” jelas dr Koteng, panggilan akrab dr Jan Maurisdo. (Lud)

 

SIMANTAB.COM, Siantar – Mobil Dinas Kesbangpol Simalungun terjaring razia saat melintas di Jalan Merdaka, Pematangsiantar. Sang supir tidak kena sanksi tilang, hanya terkena sanksi teguran oleh petugas Kepolisian Polres Siantar. 

Informasi dihimpun, pengendara tersebut langsung diminta oleh petugas Polres Siantar untuk mengganti plat kendaraan tersebut dengan plat merah. Selanjutnya, dengan cekatan sang supir langsung mengganti plat dengan plat yang semestinya.

Dalam akun facebook yang diunggah oleh Ando Maraja Paga dituliskannya “Terkena razia supir pegawai dinas yang satu ini terpaksa harus buru buru mengganti plat aslinya (merah) yang sebelumnya terpasang plat hitam saat terkena Ops Toba di Jalan Sudirman Pematangsiantar......ada ada saja!”.

Terlihat dalam akun tersebut mobil dinas warna biru tersebut sedang diganti platnya oleh sang supir. (Sn-07)

SIMANTAB.COM, Lubuk Pakam – ID (14), seorang siswi kelas II SMP di Kecamatan Sibirubiru menjadi korban kebiadapan sekelompok pemabuk. Bahkan, remaja putri yang satu ini berulangkali pingsan, ketika sekelompok pemuda yang mabuk menggilirnya di Desan Penen, Kecamatan Sibirubiru.

Korban diperkosa secara massal setelah dicekoki minuman keras (miras) hingga mabuk berat. Setelah pakaiannya dipreteli, korban digilir oleh pelaku hingga pingsan. Meski korban sudah tergeletak pingsan, para pelaku yang belum mendapat ‘jatah’ tetap menggilirnya. Informasi di Polres Deli Serdang, Jumat (27/05/2016), seperti dikutip dari Medan Satu.com menyebutkan, akibat aksi biadap sekelompok pemabuk itu, ID kini mengalami truma berat. Bahkan, tak jarang ia berteriak histeris, seolah tengah berhalusinasi.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis malam (19/05/2016). Saat itu sekira pukul 20.00 WIB, dia berboncengan sepeda motor bersama temannya menuju tempat wisata pemandian air panas di Desa Penen. Saat sedang berendam di kolam air panas, korban dipanggil sekelompok pemuda yang menggelar pesta miras di salah satu gubuk di tempat wisata itu.

Karena ada satu pemuda yang dikenalnya, korban pun datang ke gubuk itu. Mereka lalu ngobrol dan bercanda. Lalu sekira pukul 22.30 WIB, seorang pelaku memaksa korban menenggak miras. Alasannya untuk menghangatkan badan. Korban menolak, tapi pemuda tersebut tetap memaksanya. Dibantu pelaku lainnya, korban berhasil dicekoki miras.

Setengah jam setelah miras itu masuk ke perutnya, korban pun merasa pusing dan tak bisa mengontrol dirinya. Saat itulah para pelaku beraksi. Mereka beramai-ramai menggerayangi korban, dan mempreteli pakaiannya satu per satu hingga tanpa sehelai benang. Mereka mencumbu korban beramai-ramai. Aksi para pemuda berandal itu sempat dipergoki warga dan langsung ditegur. Tapi ternyata aksi biadab itu tak berhenti

Di gubuk itu, pakaian korban kembali dipreteli, lalu kembali digerayangi. Satu per satu dari puluhan pemuda itu menggilirnya hingga korban pingsan. “Pas pertama, saya masih sadar, tapi gak bisa melawan, karena pusing kali kepala. Banyak kali pelakunya, ada puluhan kayaknya, tapi cuma satu orang yang saya kenal,” ujar korban kepada wartawan.

Puas memperkosa, korban ditinggalkan para pelaku terkapar di gubuk itu dalam kondisi telanjang. Dini hari sekira pukul 03.00 WIB, korban tersadar. Ia menangis sejadinya. Setelah mengenakan pakaiannya, ia berjalan kaki di kegelapan malam menuju rumah neneknya di Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang.

Neneknya pun terkejut melihat korban datang malam-malam dengan kondisi tak karuan. Korban pun menceritakan peristiwa kelam yang baru saja dialaminya. Kejadian itu tak langsung dilaporkan ke polisi.(Sn-01)

 

SIMANTAB.COM, Medan – Seoarng Polisi wanita berpangkat Brigadir berinisial IV yang bertugas di Polresta Medan diamankan petugas Badan Narkotika Nasional Porvinsi (BNNP) Sumatera Utara, saat menggelar razia di karaoket Stroom, Gedung Selecta, Jalan Listrik, Kamis (26/05/2016).

 

"Benar, ada kami amankan. Sekarang, yang bersangkutan masih diperiksa,” kaa Kasi Brantas BNNP Sumut, AKBP Agus Halimuddin, seperti dikutip dari Tribun Medan, Jumat (27/5/2016) siang.

Menurut Agus, Brigadir IV diamankan, ketika pihaknya tengah berburu seorang bandar ekstasi kelas wahid di Kota Medan. Malam itu, kata Agus, pihaknya mendapat informasi, orang yang dicari tengah berada di Stroom. "Saat kami melakukan pengembangan, di tempat itu ada saudara IV. Tapi, tidak ada barang bukti dari tangannya,” jelas mantan Wakapolres Simalungun ini.

Lantas, apa hubungan antara Brigadir IV dengan gembong narkoba yang tengah diburuh BNNP itu, Agus Halimuddin mengatakan, sesuai informasi yang mereka terima, konon, kedua sejoli itu memang saling mengenal.  "(Informasinya), hubungannya mereka berteman. Tapi kalau intensnya gimana, saya tidak tahu," kata Agus. 

Hingga saat ini, sambung Agus, hasil tes urine Brigadir IV belum diketahui. Kemungkinan, sore nanti hasil urine Brigadir IV bisa diketahui. Informasi berkembang di lapangan menyebutkan, BNNP Sumut tengah memburu bandar berinisial N. Diduga kuat, N adalah pemasok ekstasi di Kota Medan.(Sn-03)

 

SIMANTAB.COM, Medan - Peradaban baru Bangsa Indonesia dimulai dari Desa. Untuk itu, dana desa yang dikucurkan dapat dikelola secara baik dan untuk kepentingan masyarakat desa, bukan untuk diselewengkan.

Demikian diungkapkan pimpinan KPK Saut Situmorang dalam sambutannya saat  membuka sosialisasi acara Sosialisasi Pencegahan Korupsi, Pengawalan Bersama Pengelolaan Keuangan Dana Desa, di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut, Jl Diponegoro Medan, Kamis (26/5/2016).

“Dana desa ini jangan dianggap sederhana. Mari kita bangun Indonesia lagi dari awal sekali lagi. Kita mulai dari desa. Jangan main-main dengan dana desa ini. Jangan sampai diselewengkan,” pesan Saut seperti dilansir bataktoday.

Saut juga berpesan agar pembangunan desa dilakukan secara gotong-royong dan bersama-sama. Dalam tatanan kehidupan di desa, terdapat satu nilai yang tidak bisa diukur besarnya, yakni nilai kekerabatan, gotong-royong dan musyawarah membicarakan program secara bersama. Masyarakat desa juga diminta untuk melakukan berbagai inovasi untuk membangun desa.

“KPK saat ini sedang merancang suatu program agar dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sampai kepada hal yang sekecil-kecilnya. Dengan demikian pembangunan dan pengelolaan dana desa dengan baik dan pembangunan yang berkelanjutan akan bisa terlaksana demi kepentingan masyarakat khususnya warga desa,” katanya.

Sementara Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi mengimbau aparatur pemerintah desa menggunakan dana desa untuk kegiatan padat karya, bukan menjadi ajang korupsi untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.  Imbauan tersebut disampaikan Tengku Erry Nuradi dalam acara Sosialisasi Pencegahan Korupsi, Pengawalan Bersama Pengelolaan Keuangan Dana Desa di Aula Martabe, Kantor Gubernur Sumut, Jl Diponegoro Medan, Kamis (26/5/2016).

Gubenur Sumut Tengku Erry Nuradi menyerahkan cinderamata kepada para peserta dalam acara Sosialisasi Pencegahan Korupsi Pengawalan Bersama Pengelolaan Keuangan Dana Desa di Aula Martabe, Kantor Gubernur Sumut, Jl Diponegoro Medan, Kamis (26/5/2016). (bataktoday/afr)

Gubenur Sumut Tengku Erry Nuradi menyerahkan cinderamata kepada para peserta dalam acara Sosialisasi Pencegahan Korupsi Pengawalan Bersama Pengelolaan Keuangan Dana Desa di Aula Martabe, Kantor Gubernur Sumut, Jl Diponegoro Medan, Kamis (26/5/2016).

Erry menegaskan, sumber daya manusia masyarakat desa harus memiliki kapabilitas dalam pengelolaan dana desa. Dengan demikian, dana desa dapat digunakan tepat sasaran, baik jumlah, waktu penggunaan, ekonomis, serta digunakan untuk sektor produktif dan padat karya.

“Pengalokasian dana desa cukup besar, meningkat setiap tahun. Dana desa juga untuk merubah paradigma dari Membangun Desa menjadi Desa Membangun. Oleh karenanya, desa juga harus terdorong untuk menggali, menemukan dan mengembangakan potensi desa dalam membangun dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa demi peningkatan kesejahteraan,” paparnya.

Menurut Gubernur Erry, pengelolaan keuangan desa kerap menjadi persoalan akibat pelaksanaan tidak mengacu pada pedoman atau peraturan perundang-undangan, tidak sesuai dengan dokumen perencanaan desa yaitu RPJM Desa dan Rencana Kerja Pembangunan Desa. Tidak jarang penyusunan dan pelaksanaa program tanpa melalui musyawarah desa. Akibatnya, tidak sesuai rencana anggaran biaya.

“Pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa dapat terlebih dahulu menyusun perencanaan, kemudian melaksanakan, mempertanggungjawabkan, serta melaporkan kegiatan yang dilaksanakan di desa secara tertib kepada masyarakat dan jajaran pemerintah diatasnya,  sehingga terhindar dari penyimpangan,” pesan Erry.

Dengan tegas dingatkannya, pengelolaan dana desa mendapat pengawasan ketat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berkerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan stakeholder terkait, guna mengantisipasi penyalahgunaan dana desa oleh pihak tidak bertanggungjawab.

“Gunakan dana desa untuk program bermanfaat, jangan asalan saja. Dana desa harus dimanfaatkan seoptimalkan mungkin, sehingga desa sebagai entitas lokal dapat bertenaga secara sosial, berdaulat secara politik, berdaya secara ekonomi, dan bermartabat secara budaya,” harap Erry.

Turut hadir pada acara sosialisasi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumut, Direktur Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Wilayah III BPKP Iskandar Novianto, Direktur Usaha Ekonomi Desa Kementerian Desa Tertinggal Sugeng, perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Ida, Kepala BPKP Sumut Mulyana, Sekdaprov Sumut Hasban Ritonga, dan pimpinan SKPD Pemprov Sumut. (SN-09)

Advertisement