Studi Kasus : Langkah Zig Zag JR Saragih di Pilkada Simalungun

Survey menjadi populer di kalangan masyarakat Indonesia pasca dilaksanakannya pemilihan langsung. Banjirnya lembaga lembaga survey yang mempublikasikan hasil surveynya menjadi sebuah indikator bahwa survey menjadi informasi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Banyak penggiat penggiat politik mencoba coba untuk membuat survey survey yang “memenangkan” kandidatnya dan dipublikasikan ditengah tengah masyarakat. Publikasi hasil survey bukanlah hal yang tabu tetapi yang harus dijaga adalah apakah lembaga survey yang mempublikasikan hasil surveynya sudah menjalankan kaidah kaidah keilmuan dalam proses pelaksanaan surveynya ?

Pengamat Politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyatakan bahwa Hasil survei tidak hanya memotret popularitas dan elektabilitas. Instrumen survei juga dapat menggali berbagai informasi yang dibutuhkan untuk menyusun strategi pemenangan yang efektif. Survei juga menyajikan peta dukungan segmen pemilih berdasarkan wilayah, gender, usia, kelas sosial ekonomi, agama, etnis, primordial, dan lain-lain. Selain itu, peta dukungan kandidat berdasarkan segmen pemilih partai.

Baca Juga : https://nasional.sindonews.com/read/1377349/12/pengamat-tujuan-utama-survei-bukan-untuk-memengaruhi-publik-1549699919

Setali tiga uang dengan karyono, Lembaga Survey Indonesia menyajikan tujuan survey menjadi lebih detail yaitu :

  1. Mengetahui Popularitas Para Kandidat dan Kemungkinan Tingkat Keterpilihannya (Electebility)
  2. Mengetahui Bagaimana Pandangan Pemilih Terhadap Isu-Isu Penting di Daerahnya (problem & Isue mapping)
  3. Mengetahui Tingkat Kepuasaan Publik terhadap Berbagai Kebijakan Pembangunan dan Kinerja Pemerintah Daerah Yang Sedang Berjalan.
  4. Membantu meningkatkan dan mempertajam Strategi dan penggunaan Medium Kampanye secara Lebih Effektif (Determinasi).

Baca Juga : http://www.lsi.or.id/program/14/survei-pilkada

Bagaimana dengan konteks pilkada di kabupaten simalungun? Dalam perjalanannya Dr. JR Saragih, SH, MM yang sekarang Bupati Kabupaten simalungun adalah orang yang sangat mempercayai survey dalam setiap perjalanan politiknya. JR Saragih sangat mengandalkan survey dalam pengambilan keputusan politiknya bahkan dukungan politiknya. Pada Pileg 2014 kemarin sebagai ketua DPC Partai Demokrat Simalungun beliau mengundang lembaga survey untuk mengetahui indikasi indikasi kader yang potensial duduk. JR Saragih sering mengambil langkah zig zag dipolitik berdasarkan rekomendasi lembaga survey yang sudah dia percaya kredibilitasnya. Sepanjang pengetahuan penulis, beliau selalu menggunakan lingkaran survey indonesia untuk melaksanakan survey dan pendampingan kerja kerja politiknya.

JR Saragih ketika ditanya oleh penulis, pernah menyatakan survey per 3 bulan dengan responden seribuan lebih adalah mendekati kebenaran. Beliau juga menambahkan bahwa survey oleh Lingkaran Survey Indonesia menurut pengalamannya belum pernah salah dan selalu mendekati hasil resmi, bahkan jika survey dilaksanakan dua minggu sebelum hari H pencoblosan maka hasilnya hampir sama persis tidak sampai 1 % selisihnya. Statement ini tentu saja menjadi sebuah cambuk bagi kandidat bahwa serangan fajar atau politik uang pada hari H, bukanlah jawaban terhadap elektabilitas kandidat yang rendah.

Lalu bagaimana dengan hadirnya Dr. Anton Achmad Saragih di kancah perpolitikan simalungun ? Apa yang melatar belakangi kehadirannya secara mengejutkan di menjelang akhir tahun 2019 ? Penulis berusaha merunut dari sebuah realitas dilapangan. Kandidat kandidat yang bertarung dalam pilkada 2020 seperti Wagner Damanik, Radiapo H Sinaga, Tumbur Napitupulu, Jupriaman Saragih, Amran Sinaga dan Gidion Purba. Sikap mundurnya Amran Sinaga dari partai demokrat menjadi sebuah angin segar bagi Hasyim putra gunung malela. Bisa jadi kehadiran Dr. Anton Achmad Saragih ini adalah untuk memberikan nuansa pilihan yang berbeda dan mengimbangi tunggalnya Hasyim berdasarkan agama kandidat.

Baca Juga : https://simantab.com/jr-saragih-dimata-haji-anton/

Penulis tidak tahu, apakah kehadiran Dr. Anton Achmad Saragih di kancah perpolitikan ini berdasarkan hasil rekomendasi lembaga survey atau tidak, tapi langkah Haji Anton untuk maju di pilkada simalungun cukup memberikan kejutan ditengah tengah masyarakat. Masih banyak pertanyaan yang muncul ditengah masyarakat misalnya apakah akan berpasangan dengan Gidion Purba ? Jika berpasangan siapa yang menjadi nomor 1 dan siapa yang menjadi nomor 2 ? Tentu saja jika berkaca kepada pandangan pribadi JR Saragih di alinea sebelumnya maka hasil kajian dari lembaga survey akan menjadi penentu kiprah kandidat di pilkada 2020 kabupaten simalungun ini.

Akhirnya penulis berharap supaya semua kandidat memulai sebuah penelitian seperti survey oleh lembaga yang kredibel untuk memperoleh gambaran yang lebih dekat tentang persaingan antar kandidat dan strategi strategi yang dapat ditempuh untuk memenangkan pilkada ini.

Tinggalkan Balasan