Dr. H. Anton Saragih bersilaturahmi denga Ketua Al Washliyah Kabupaten Simalungun, Bapak H. Nurdin Panjaitan

Sholat lima waktu, hal wajib bagi haji Anton

Haji Anton, begitu beliau selalu dipanggil sahabatnya, seorang profesional yang memulai karirnya di Badan Usaha Milik Negara Garuda Airlines memulai petualangan barunya sebagai seorang politisi. Penulis menyebutnya politisi karena beliau sudah mengantongi Kartu Tanda Anggota PDIP. Dan subuh hari ini, (9 Januari 2019) pria yang dilahirkan di kota Medan pada tanggal 24 Januari 1959 ini sudah terbangun dari tidurnya pada pukul 04.00. Selesai membasuh dan mempersiapkan diri, beliau mengontak ajudannya untuk segera mempersiapkan diri dan mengajaknya menuju mesjid di seputaran kota Raya kabupaten Simalungun. Beliau memulai aktivitasnya dengan melakukan sholat subuh di seputaran sigundaba.

Sholat lima waktu menjadi hal yang sangat penting bagi beliau. Beliau selalu meninggalkan acara apapun itu jika berkaitan dengan waktu waktu sholat. Disebuah cerita cerita ringan beliau sambil tersenyum menyatakan bahwa sholat lima waktu adalah hal minimal bagi umat muslim. Semua orang muslim akan melakukan hal itu. Selain sholat lima waktu beliau juga senantiasa berusaha untuk menunaikan puasa sunnah, senin kamis dan sebisa mungkin melakukan sholat tahajud. Karena menyerahkan diri kepada Tuhan adalah kunci kesuksesan dunia akhirat, ujarnya sambil tersenyum

Segera setelah selesai menunaikan kewajiban imannya, beliau mendapat kontak dari seorang sahabatnya yang juga petinggi sebuah partai politik di kabupaten Simalungun. Dengan semangat beliau dan rekan rekan berangkat dari kota Raya menuju Cafe Sobat, karena koleganya sudah menunggu pria yang sudah menyelesaikan pendidikan Doktornya di Universitas Negeri Jakarta. Pria yang sehari hari bekerja sebagai komisaris sebuah BUMN menghadapi dilema ketika ajudannya mengingatkan bahwa schedule yang dipegang berbeda dengan rute yang diminta beliau. Setelah berdiskusi dengan sahabatnya habibi, penanggungjawab perjalanan beliau untuk hari ini, beliau meminta drivernya untuk langsung menemui bapak Usmayanto, seorang kader PKS dan anggota DPRD kabupaten simalungun. Pertemuan dadakan antara dua sahabat ini, memberi nuansa kekeluargaan yang kental dengan komunikasi yang saling terbuka.

Dr. H. Anton Achmad Saragih yang juga menjabat sebagai ketua IKEIS (Ikatan Keluarga Islam Simalungun) ini diajak untuk bersama sama membangun Simalungun mantab. Tentu saja tawaran dari seorang sahabat menjadi sebuah motivasi untuk berjuang lebih keras lagi dan mulai membangun jaringan konsolidasi. Selesai pertemuan tersebut, beliau berkunjung ke rumah bapak Nurdin Panjaitan, ketua Al Washliyah kabupaten simalungun, untuk berkomunikasi dan menjalin silaturahmi antar pengurus lintas organisasi di kabupaten Simalungun.

Baca juga :https://simantab.com/ketua-ikeis-sambangi-ketua-pd-al-washliyah-simalungun/

Sholat dulu, baru kukek kukek

Pukul 12 beliau sudah sampai di desa wirarejo kecamatan pematang bandar, begitu turun dari mobil beliau langsung memberikan kode kepada penulis, bahwa waktu sholat sudah dekat dan beliau harus ke mesjid dulu baru menyapa warga yang sudah menunggu. Sambil berjalan kaki beliau menuju mesjid dan menyapa warga yang melaksanakan sholat zuhur. Haji Anton, Ayah dari reyhan dan thalita ini kemudian mengunjungi warung yang ditongkrongi bang agus susanto. Keduanya kemudian berdiskusi, bertukar cerita tentang keharmonisan umat beragama dikabupaten simalungun.

Taat namun tetap toleran

Setelah bercengkrama lebih dari 1 jam beliau pamit dan undur diri, karena akan berkunjung ke rumah teman lamanya, Surianto Huang yang merupakan seorang pemuda tionghoa dan beragama budha di perdagangan. Diskusi dengan surianto huang lebih banyak berbicara tentang kisah kisah pertemuan antara keduanya. Dengan saling melempar joke sekali kali, mereka berdua terlibat juga pembicaraan kekeluargaan karena kedua keluarga sudah pernah saling mengunjungi. Bahkan ibunda dari Dr. H. Anton Achmad Saragih sudah pernah mampir ke rumah surianto huang ini. Sembari menunggu ajudan dan driver makan siang, Haji Anton dengan santai bercerita dengan sahabatnya ditemani oleh darmawan saragih, yang banyak membantu haji anton dalam perjalanan hari ini.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan