SIMANTAB.COM – Isu yang menetapkan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) sebagai tersangka oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mendapat pejelasan dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Labura tentang status bupati.

Sugeng, Kepala Diskominfo mengatakan bahwa KPK belum ada memanggil bupati. “Tidak ada di panggil KPK beliau masih kerja seperti biasa, semalam ia lagi melayat ke Medan dan langsung rapat kerja dengan pak gubernur,” katanya.

“Informasi itu hanya ada di media sosial kan, bisa saja itu tidak betul (hoax) dan buktinya beliau masih di sini tidak ada kemana-mana,” tambah Sugeng saat di konfirmasi Simantab.com, Kamis (11/6/2020).

“Semalam beliau sempat melayat kelurganya yang meninggal di Medan dan juga ikut rapat sama pak gubernur sekarang pun beliau masih ada di Labura. Pemanggilan Pak Bupati Labura oleh KPK itu adalah panggilan yang lama, masalah kasus Yahyah Purnomo itu di tahun 2018 kemarin, dan beliau tidak ada mendapat surat panggilan dari KPK dan apa lagi di jemput KPK untuk di terapkan jadi tersangka,” terang kadis ini melalui seberang telepon.

Sementara dari informasi yang beredar dari masyarakat luas di Labura, Bupati Labura sudah di tetapkan sabagai tersangka dan di jemput pihak penyidik KPK (komisi pemberantasan korupsi) dalam kasus pembrian suap mengenai dana perimbagan daera RAPBN-P tahun 2018 yang melibatkan tersangka Kemenkeu Yahya Purnomo.

Sebelumnya pihak penyidik KPK sudah menahan 4 orang tersangka kasus dana perimbangan daerah antaralain Anggota Komisi XI daru Fraksi Demokrat Amin Santosa, dan Eka Kamaluddin dan seorang konterktor Ahmad Ghiast dan juga Kemenkeu Yahya Purnomo. (hasan)

Tinggalkan Balasan