SIMANTAB.COM – Warga Desa Pangkal Lunang, Kecamatan Kualuh Ledong Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dianiaya oknum TNI AL. ED (Inisial) (35) itu dianiaya karena dituduh kepemilikan sabu, Sabtu (13/06/2020) malam.

Ucok saksi mata menceritakan, kepada Simantab.com, kejadian penganiayan dialami ED di salah satu gubuk di Jalan Besar Desa Pangkalan Lunang, ketika itu oknum TNI AL mendatanggi kami dan ED melihat ada oknum aparat coba melarikan diri. “Dia (ED, red) ketangkap, lalu ia dihajar dan dipukuli dengan sejata laras panjang. Saya lihat ED sudah meminta ampun dan tetap dipukuli dari kedua oknum tersebut,” katanya Ucok.

Ternyata aksi penganiayan tersebut mendapat perotes keras dari masayarakat, membuat massa masyarakat Desa Pangkal Lunang mendatanggi oknum TNI AL tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Topik salah satu warga dan sebagai ketua BPD Desa Pangkal Lunang saat di konfirmasi Simantab.com, membenarkan aksi dua oknum TNI AL yang melakukan penganiayaan terhadap warganya. “Iya masyarakat banyak mendatanggi dua oknum TNI AL tersebut sebab ada warga dianiaya menggunakan senjata laras panjang, kejadian tersebut mendapat perotes masyarakat. Kalau memang tuduhan oknum TNI Al tersebut ada buktinya hendaknya mereka (oknum TNI AL) menyerahkan mereka ke pihak berwajib seperti kepolisian, dan jangan main hakim sendiri dan menganiaya masyarakat seperti itu,” kata Topik.

“Kami juga menyayangkan tindakan oknum tersebut yang main hakim sendiri, dan sampai mengakibatkan masyarakat kita mengalami luka lebam akibat pukulan senjata milik kedua oknum tersebut,” tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Pangkal Lunang Muhamad Nur, menjelaskan kejadian tersebut secara sepontan, karena melihat ada puluhan warganya melapor terkait kejadian tersebut.

“Ada salah seorang warga dipukuli oknum TNI AL dan untuk mengantisivasi kejadian anarkis saya terpaksa menenangkan warga saya agar tidak ada terjadi tindakan yang anarkis. Saya juga menyayangkan tidakan kedua oknum tersebut yang sudah keterlewatan batas, kalau lah memang ada terbukti jangan di hakimi sendiri,” ucapnya singkat.

Kasintel AL, Kapten Laut Yordan saat di komfirmasi melalui selularnya menjelaskan kalau anggotanya sedang menagkap pemakai narkoba. “Karena mereka lari dan massa membantu mereka dan menjupai anggota kita. Dan narkobakan musuh dunia tetapi saya sayang kenapa warga ikut membantu mereka untuk mendatanggi anggota kita, maunya masyarakat melawan narkoba,” katanya.

Ia juga membantah terkait penganiayaan tersebut. “Saya sangat membantah kalau kabarnya ada oknum TNI AL aniaya warga, itu tidak benar, yang ada anggota saya sedang menagkap penguna narkoba,” kata Pasintel singkat.

Dari informsi yang di dapat simantab.com kedua oknum TNI AL tersebut bernisial DE dan ER itu bertugas melakukan pengamanan kebun PT AKW yang terletak di Desa Bagun Baru Asahan.

Terpisa, saat wartawan mewancari pemilik perusahaan PT AKW yang di wakili Pesek, membenarkan oknum TNI AL memang bertugas perkebunan tersebut untuk pengamanan PT. “Kalau lah tidakan mereka menganiaya warga Pangkal Lunang itu di luar sepengetahuan kita, sebab kejadiannya malam hari saya terkejut massa mendatanggi rumah kita dan menjumpai kedua oknum TNI AL tersebut,” ucapnya sambil menginggalkan wartawan. (hasan)

Tinggalkan Balasan