SIMANTAB.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Pemkab Paluta) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB dan P3A) Kabupaten Paluta dan Camat Dolok serta dari pihak Lembaga Perlindungan Anak menyambangi kediaman 4 bocah perempuan korban kejahatan seksual di Kecamatan Dolok.

Kunjungan tersebut untuk melihat langsung kondisi psikolog 4 korban, pasca kedatangan orang tuanya berkoordinasi ke kantor Dinas PPKB dan P3A, Rabu (25/6/2020) untuk mengadukan kondisi anak-anak mereka yang sedang mengalami terauma berat.

Sepulangnya dari kediaman para korban di Kecamatan Dolok, Ketua LPA Paluta MulaTua P Siregar dikonfirmasi Jum’at (26/6/2020) di Gunung Tua mengaku sangat prihatin melihat kondisi 4 bocah perempuan korban cabul yang diduga dilakukan tersangka Rahman Ritonga (23).

“Saat kami sampai dilokasi anak-anak ini mulanya sangat sulit diajak berinteraksi, namun berkat kejelian Kabid Perlindungan Anak, akhirnya mereka mau akrab dan becanda dengan kami,” terang Mula Tua.

Ditambahkannya, berdasarkan cerita masyarakat desa setempat, warga sangat resah pada saat mula-mula terungkapnya kasus tersebut.

“Bahkan kata warga, sekitar sebulan sebelum kasus 4 anak ini terkuak, ada juga 1 bocah perempan korban yang dicabuli oleh tersangka Rahman di desa itu. Namun, kata warga sudah berdamai secara kekeluargaan yang dimediasi langsung kepala desanya,” ungkap Mula Tua.

Selain itu, Mula Tua P juga sempat memberikan arahan kepada Kepala Desa Huala Baringin tentang konsekwensi penanganan hukum terkait kasus khusus kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur.

“Terlebih pencabulan disertai dengan tindak kekerasan, saya juga meminta kepala desanya jangan mau kompromi dengan cara perdamaian antar keluarga saja,” papar Mula Tua.

Terkait itu, Camat Dolok Akhoirul Rojak Siregar juga mengungkapkan hal yang sama serta berharap agar aparat kepolisian bisa segera menangkap tersangka sebelum adanya korban lain.

“Saya menduga kuat masih ada korban lainnya yang belum terungkap di sekitaran desa ini, atas nama Muspika Kecamatan Dolok meminta pihak Kepolisian segera mengamankan tersangka,” ujar Camat Dolok. (Febri)

Tinggalkan Balasan