Festival Tuak di Samosir Ajang Paragat Menghapus Imej Negatif

Kantor Berita Simantab - 22/04/2021
Festival Tuak di Samosir Ajang Paragat Menghapus Imej Negatif
Septian Nainggolan. - (Foto: Istimewa)

Samosir – Muncul gagasan warga di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, untuk menggelar festival tuak. Tuak dikenal sebagai minuman khas dan tradisional yang diperoleh dari pohon aren.

Minuman yang jika diteguk dengan takaran proporsional akan membuat peminumnya sehat, sebaliknya bisa memabukkan jika sampai melewati batas konsumsi. 

Dan tuak bisa meningkatkan ekonomi warga yang memproduksinya, karena memang minuman ini populer terutama di kalangan pria Batak di Kawasan Danau Toba.

Septian Nainggolan, pria asal Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir pun memastikan dirinya dan warga di kampungnya menggelar festival dimaksud.

“Jadi kami buat festival tuak ini untuk meningkatkan kesejahteraan warga yang bekerja sebagai petani tuak, dan juga untuk menghilangkan nilai negatif bahwa tuak itu tidak selalu untuk mabuk-mabukan,” kata Septian kepada Simantab.com, Kamis (22/4/2021) lewat WhatsApp.

Menurut dia, dalam ajang yang terbilang unik ini, mereka akan mengedukasi warga petani di sana bahwa ada nilai tambah dari pohon aren milik warga yang tidak sekadar memproduksi tuak.

“Jadi di sini nanti kami mengedukasi masyarakat untuk mengolah pohon aren itu. Jadi hasilnya tidak hanya tuak yang bisa diolah dari pohon aren,” ujarnya.

Ide dan gagasan festival ini sendiri muncul setelah berdiskusi dengan Togu Simorangkir yang memang memproduksi tuak di Kabupaten Simalungun dengan label Tuak Takkasan.

Flyer festival tuak.

Nantinya dalam ajang festival, panitia kata Septian akan mengundang dan melibatkan para paragat dari tujuh kabupaten di Kawasan Danau Toba. Paragat adalah petani yang menghasilkan tuak setiap harinya dari pohon aren.

“Kami akan melibatkan paragat-paragat di lingkungan Danau Toba. Untuk mempraktikan bagaimana cara mengolah pohon aren itu, dan di sini juga kami akan memperkenalkan kuliner dari aren dan ubi,” katanya.

Selain mempertontonkan soal tuak dan produk ikutannya, pihaknya kata Septian juga bakal menggelar beberapa isian acara untuk mengajak masyarakat lebih menyadari pentingnya kebersihan Danau Toba.

BACA JUGA

Seorang Pendeta Pimpin Warga Hentikan Truk PT TPL di Toba

Menteri Sandiaga Uno: Siantar Bisa Gelar Festival Roti Nasional

“Ada juga hiburan untuk anak-anak dan perfom karya-karya pemuda dari Kabupaten Samosir,” ungkapnya.

Kembali soal tuak, Septian memastikan tuak di daerahnya memiliki kualitas yang terjamin. Dia bahkan sudah mengajak Togu Simorangkir, si pegiat sosial yang juga penggemar tuak. 

Dia mengakui, warga di Kecamatan Nainggolan tidak menjadikan tuak sebagai sumber penghasilan utama. Warga tetap sebagai petani sawah dan juga nelayan di perairan Danau Toba.

“Yang menjadi pekerjaan utama hanya bertani dan nelayan. Itu juga akan menunggu musim. Jadi tuak ini bisa diolah dan semoga menjadi penghasilan menetap para paragat,” katanya.

Tuak produk dari Kecamatan Nainggolan sejauh ini masih sebatas konsumsi warga di sana yang lazim dinikmati ketika ada acara pesta dan juga di lapo atau kedai-kedai tuak.

“Itulah nanti yang akan kami edukasikan sama warga biar mereka bisa mengolah aren selain menjadi minuman tuak,” tukasnya. 

Event digelar selama dua hari, yakni 14-15 Mei 2021. Karena kegiatan masih dalam suasana pandemi, panitia kata dia, akan menerapkan protokol kesehatan ketat. 

“Karena sebelumnya juga kami sudah pernah buat event dan bekerja sama dengan petugas kesehatan,” katanya. ()

Tinggalkan Komentar

Arsip Berita

Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 377
  • Page views today : 419
  • Total visitors : 133,757
  • Total page view: 150,381
Jelajahi
IKLAN PARIWARA