Pedagang di Siantar Tiap Hari Bayar Retribusi untuk Aromai Bau Sampah

Kantor Berita Simantab - 26/04/2021
Pedagang di Siantar Tiap Hari Bayar Retribusi untuk Aromai Bau Sampah
Sampah menumpuk di gedung ll Pasar Horas, Kota Pematangsiantar. - (Foto: Simantab.com/Yuda)

Siantar – Meski sudah membayar retribusi setiap harinya, belasan pedagang harus rela menghirup aroma menjijikkan dari tumpukan sampah di kawasan Pasar Horas, Kota Pematangsiantar. 

Bahkan menahan aroma busuk sampai dua minggu lamanya karena sampah tak kunjung diangkut petugas.

“Bayarnya kami, ada yang Rp 3 ribu, 4 sampai 5 ribu. Setiap hari dikutip, tapi sampah tak diangkut,” ungkap Mak Zefa, pedagang buah di Pasar Horas, gedung ll di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.

Meski sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada petugas PD Pasar, namun hingga dua minggu sampah masih saja menumpuk di tempat. Bahkan sampai terjadi pembusukan dipenuhi belatung dan lalat hijau.

“Padahal kami bilangnya sama petugasnya. Sampai berbusa kurasa mulut kami ini dan sudah dua minggu terbiarkan. Hilang kesabaran kami lama-lama dibuat,” katanya melontarkan kekesalan, Senin (26/4/2021).

Para pedagang pun kian kesal lantaran dampak tumpukan dan bau sampah, pembeli atau konsumen enggan datang berbelanja.  Apalagi yang didagangkan jenis sayur dan buah.

BACA JUGA

“Yang kami dagangkan itu makanan, terus ada bau busuk dari sampah menyengat. Pembeli pun jadi menghindar, tak jadi membeli dagangan kami. Itulah imbas yang kami rasakan sekarang, parah betul petugas pasar ini,” ketus Mak Zefa.

Biasanya, kata dia, petugas mengangkut sampah datang dua hari sekali. Namun selama memasuki bulan Ramadan, paling lama dua minggu. 

Dia mengaku, retribusi mereka bayarkan setiap harinya kepada petugas PD Pasar bernama Budi Situmorang.

Para pedagang mengharapkan petugas bekerja cepat. Karena selain menimbulkan bau yang kurang sedap, tumpukan sampah juga bisa menjadi tempat bersarangnya berbagai macam kuman penyakit.

“Kalau kami bakar sampah, takutlah kami. Soalnya ada larangan membakar oleh Dinas Pasar. Sehingga, kami biarkan begitu saja sampai menimbulkan bau. Jadi ada peraturannya. Kami berharap agar keresahan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dirut PD Pasar Horas, Bambang Kencono Wahono belum berhasil dimintai keterangan berhubung nomor yang biasa dihubungi sedang tidak aktif saat ditelepon. (Yud)

Tinggalkan Komentar

Arsip Berita

Pengunjung

  • Users online: 3 
  • Visitors today : 424
  • Page views today : 469
  • Total visitors : 133,804
  • Total page view: 150,431
Jelajahi
IKLAN PARIWARA