Kurir Sabu di Siantar Diciduk, Bandar Nantang Tak Masuk DPO

Siantar – Setelah lama diincar, kaki tangan bandar besar Kampung Banjar berinisial Barat (22) diciduk Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Siantar, Rabu (12/5/2021) dini hari.

Mantan residivis kasus pencurian sepeda motor tersebut, diciduk tak jauh dari sebuah rumah indekos Jalan Bola Kaki, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar. Polisi sebelumnya menerima informasi keberadaan Barat dari  masyarakat.

Saat itu, Barat berjalan kaki dan membawa narkoba jenis sabu diduga hendak mengantarkan pesanan di Jalan Bola Kaki. Sayang, sebelum aksinya berjalan mulus, warga melapor kepada petugas.

“Iya, benar. Masyarakat menyampaikan ke kami sebelum transaksi,” kata Kapolres Siantar AKBP Boy Siregar melalui Kasat Narkoba AKP Kristo Tamba, Minggu (16/5/2021) siang.

Setelah menerima informasi, petugas berangkat ke lokasi dan berhasil meringkus Barat, yang saat itu sedang berdiri di pinggir jalan. Petugas melakukan penggeledahan badan dan memborgol Barat.

Dari kantong celana belakang sebelah kanan, ditemukan satu dompet berisi uang sebanyak Rp 600 ribu. Hasil interogasi, Barat mengaku masih menyimpan narkoba di kamar hotel.

“Selanjutnya kami bergerak ke kamar Hotel Central Inn di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat. Kamar hotel itu, disewanya untuk menyimpan narkoba,” kata Kristo.

BACA JUGA

Kristo menambahkan, dari bawah kasur kamar hotel ditemukan satu kotak tisu yang di dalamnya ada tujuh paket sabu seberat 4,2 gram dan satu unit timbangan digital. Selanjutnya, Barat digiring ke Polres Siantar.

“Sampai di Polres, pelaku Barat mengaku sabu tersebut miliknya yang didapat dari bandar berinisial BD. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap inisial BD,” tutup Kristo.

Sementara itu, dari hasil wawancara pegawai Caffe 26 di Jalan Tenis, Kelurahan Banjar menyebutkan, Barat kerap nongkrong bersama bandar besar Kampung Banjar inisial BD alias HRD.

“Pernah ke sini, tapi jarang. Kalau kemari rame mereka bang,” kata pegawai wanita berambut panjang setelah diperlihatkan awak media ini foto Barat dan bandar berinisial BD alias HRD.

Terpisah, BD alias HRD yang dikonfirmasi membantah Barat sebagai anggotanya. Bahkan BD menantang, saat ini dirinya tidak masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Aku nggak ada main bang. Kalau dari aku (narkoba-red) pasti aku jadi DPO bang,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp. (Yud)

Tinggalkan Balasan