Hukum  

Polisi Medan Tembak 3 Pelaku Pembunuhan di Deli Serdang

Medan – Tiga pelaku pembunuhan di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, ditembak polisi dari Polrestabes Medan karena melawan saat ditangkap.

“Tiga tersangka ini ditembak di bagian kaki, saat ini diamankan di sel tahanan Polsek Patumbak,” ujar Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Rafles, Rabu (28/7/2021).

Dia mengatakan, tiga pelaku ini ditangkap terpisah, yakni di Kabupaten Langkat dan Kecamatan Namorambe, Deli Serdang.

Dijelaskannya, peristiwa pembunuhan terhadap korban Abdul Dani (41), warga Desa Marindal I, terjadi pada Kamis (22/7/2021) sore.

Saat itu, datang korban bersama saksi Ali Wardana ke rumah tersangka Dwi Budi Lestari Widodo alias Bendot (33) di Dusun IV, Marindal I.

“Kedatangan korban untuk menemui tersangka Bendot karena ada urusan galian dan sparepart,” ungkap Rafles.

Bersamaan datang pula tersangka HD alias Darwis (37) ke rumah tersangka EFB (38), yang juga tetangganya untuk mengambil sepeda motor yang disimpan.

Ketika itu, korban yang datang langsung berteriak dan bersama saksi masuk ke rumah Bandot, disusul tersangka Darwis, dan pertengkaran terjadi hingga korban mencekik dan memukul tersangka Bandot.

Tersangka Darwis membantu Bandot dan memukul wajah korban dua kali. Dan kemudian lari ke rumah EFB sambil meminta bantuan.

Mendengar itu, EFB segera mengambil linggis dan mengejar korban. Sedangkan tersangka Bandot mengambil pisau dapur di rumahnya.

Naas disaat itu korban terjatuh lalu ditikam Bandot di bagian dada. Sementara EFB menghantamkan linggis ke bagian kepala korban hingga terkapar bersimbah darah. “Tersangka Darwin saat itu ingin juga mengejar, namun ditahan istrinya,” sebutnya.

Setelah itu, tiga tersangka melarikan diri menggunakan sepeda motor Darwis. Mereka kemudian berpencar, dua tersangka ke Kabupaten Langkat dan seorang lagi ke Namorambe, Deli Serdang.

“Dari tersangka, diamankan barang bukti sepeda motor, satu linggis, satu pisau, tiga HP, satu kaos, celana dan sandal. Tersangka dijerat pasal 338 subsidair pasal 170 Jo pasal 351 ayat (3) dari KUHPidana dengan ancaman 20 penjara,” terangnya. ()

Tinggalkan Balasan