Masyarakat Dairi Menolak Beroperasinya PT Dairi Prima Mineral

Dairi, Puluhan Masyarakat warga Parongil Kecamatan Silima Pungga – Pungga kabupaten Dairi melakukan aksi unjuk rasa tolak tambang PT. Dairi Prima Mineral (DPM) di depan kantor bupati Dairi. Pada Rabu (24/8/2022).

Mereka membuat patung dan di dudukan di kursi merah, yang bergambar bupati dairi Edy Berutu, Yang bertulisan, “Bupati Dairi Cabut SKLH Nomor 731 Tahun 2005″.

Setelah memasang patung Bupati Dairi demonstran menabur bunga untuk melampiaskan kekecewaan mereka terhadap orang nomor 1 di kabupaten Dairi tersebut.

Boy Hutagalung, kordinator pendamping aksi menyebutkan, Mereka sudah 4 (empat) kali berunjuk rasa Ke Kantor Bupati Dairi, akan tetapi Hingga saat ini, Bupati Dairi Eddy Keleng Berutu tidak kunjung datang menemui mereka.

“Kalau Bupati tidak sama sekali mau menemui kami, kami akan membuat massa yang lebih banyak lagi, “sebutnya.

Boy menerangkan aksi yang mereka buat tersebut sebagai simbol untuk bupati Dairi, di karena hati nurani Bupati terhadap masayarakatnya sendiri sudah mati.

“Kita bisa lihat ini bukan topeng atau patung, Tapi menurut kami begini lah simbolnya, dia diam dengan isu ini tentang aspirasi kita tentang korporasi tambang PT. DPM, “katanya.

Mereka menuntut bahwa Dairi tidak layak untuk ditambang karena ada di dataran gampang gempa dan pada akhirnya bencana akan datang apabila DPM di Buka.

” kita mau juga bupati mendukung gerakan ini dan ada juga SKLH nomor 731 tahun 2005 itu berasal dari dari Bupati dan tuntutan kita adalah Bupati Dairi Mencabut SKLH tersebut”, tegasnya.

Yoman Simangunsong, salah seorang warga kelurahan Paronggil, kecamatan Silima Pungga – Pungga, Kabupaten Dairi menerangkan, dengan beroperasinya PT DPM sumber air mereka rusak, karena sumber air mereka dipakai dari 7 desa dan satu kelurahan di kecamatan Silima Pungga – Pungga kabupaten Dairi.

” Harapan kami kepada pemerintah kabupaten Dairi supaya melihat dampak yang dirasakan oleh  warga Dairi, terutama kami di Parongil ini.

Beroperasinya perusahaan tambang tersebut telah menyebabkan penurunan debit air yang biasanya menjadi andalan warga untuk memperoleh air bersih. Sejumlah warga menyatakan hal yang sama dan berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi kepada mereka.

Tinggalkan Balasan