Efendi Simbolon diintimidasi ?

https://www.suara.com/news/2022/09/06/172926/profil-effendi-simbolon-anggota-dpr-yang-sebut-andika-perkasa-dan-ksad-dudung-tak-harmonis

Jawa, Publikasi di akun twitter @BrigitNamida yang menampilkan sekelompok oknum berseragam Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan mengaku berasal dari Kodim 0623 Cilegon mengumbar ucapan ucapan emosional tentang pembahasan dalam rapat kerja DPR RI dengan Panglima TNI yang dilontarkan oleh Effendi Simbolon.

Dandim 0623 Cilegon dan jajarannya melakukan konfrensi pers dengan emosional. Bahkan dari video tersebut terdapat adegan seperti gebrak meja oleh Dandim.

“Saya dandim 0623 Cilegon bersama seluruh prajurit, seluruh PNS, keluarga besar Kodim 0623 Cilegon tidak terima ucapanmu, Kami disini dari unsur paling rendah hingga paling tinggi, unsur unsur TNI, kami disini solid dan kompak, jangan kau ganggu kami, jangan kau rusak lagi dengan omonganmu itu, Kami tunggu permohonan maaf kau secara terbuka”.

Dari penelusuran simantab, Kodim Cilegon dipimpin oleh Letkol Inf. Ari Widy Prasetyo yang mengaku murka terhadap statement dari Efendi Simbolon. Efendi Simbolon merupakan legislator dari Partai PDI Perjuangan yang terkenal vokal.

Dalam Rapat Kerja DPR RI dengan Panglima TNI, Senin (6/9/2022), Efendi Simbolon menyoroti tentang sinyalemen tidak harmonisnya hubungan antara Panglima TNI dan Kasad. Hal tersebut diutarakan oleh Efendi seperti dilansir oleh suara.com

Ini semua menjadi rahasia umum pak, rahasia umum. Jenderal Andika, di mana ada Jenderal Andika, tidak ada KSAD, kata Effendi di rapat bareng Panglima TNI, Senin (5/9/2022).

Lebih lanjut, Effendi kemudian bercerita untuk memberikan contoh mengenai hal tersebut.

Jenderal Andika membuat Super Garuda Shield, tidak ada KSAD di situ. Saya tidak tahu nanti silakan dijelaskan, kata Effendi.

Azahari Nasution, Ketua Bamusi Kota Pematang Siantar kepada simantab mengatakan aparat TNI harus memahami tupoksi anggota DPR. Anggota DPR RI memiliki hak imunitas dalam menyampaikan pikiran pikirannya kepada publik.

“Anggota DPR dilindungi oleh Undang Undang untuk berbicara secara bebas tanpa adanya intimidasi dari pihak lain”. 

Berkaitan dengan sikap dari Dandim 0623 Cilegon yang mempublikasi statement bernuansa intimidatif kepada Efendi Simbolon maka sejumlah kalangan merasa bahwa sikap tersebut adalah reaksi yang berlebihan dari jajaran TNI.

Effendi SImbolon dalam statementnya menyoroti persoalan individual antara Kasad dan Panglima TNI. Tidak ada nuansa adu domba antar sesama TNI dalam ucapannya tersebut.

Dari linimasa twitter dipostingan tersebut, netizen mayoritas menganggap tindakan Dandim 0623 Cilegon tersebut adalah berlebihan. Seperti yang disampaikan oleh akun @abrzki yang menyatakan pendapatnya:

“Coba bapak Panglima TNI tertibkan yang seperti ini, kembali ke barak, berbahaya untuk NKRI”.

Sedangkan akun @kurniawan2882 dalam komentarnya terhadap video tersebut menyatakan:

“Selevel Dandim bisa terprovokasi dan bereaksi dengan cara yang kurang tepat”

Tinggalkan Balasan