Masyarakat Khawatir, 43 Hektar Lahan Pertanian Diubah Menjadi Lahan Pertambangan

 

 

DAIRI – Ratusan massa aksi dari dua kecamatan, Yakni kecamatan Silima – Pungga – Pungga Dan Kecamatan Parbuluan Dairi, menggeruduk Kantor DPRD dan Bupati Dairi terkait menolak kehadiran perusahaan tambang PT. Gruti dan PT. Dairi Prima Mineral (DPM) yang ada di Kabupaten Dairi, Selasa (1/11/2022).

 

Salah seorang massa aksi dari Desa Bongkaras, Gersom Tampubolon mengatakan, sebanyak 43 hektar lahan pertanian diubah menjadi lahan pertambangan.

 

Kurang lebih ada 43 hektar lahan pertanian mau di alih fungsikan menjadi lahan pertambangan, ” Ujarnya.

 

Dirinya khawatir, dengan perubahan lahan pertanian menjadi lahan pertambangan, akan menyebabkan krisis pangan.

 

“Kalau hadir perusahaan tambang ini, maka akan terkikis pangan itu, ” Jelasnya. 

 

Selain itu, dari segi ekonomi, kehadiran PT DPM tidak memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah, dimana saat ini jumlah pendapatan daerah dari hasil pertanian untuk 1 desa sebesar Rp 13 Miliar.

 

Kita harapkan kalau bisa bertambah pendapatan daerah itu Rp 15 Miliar, atau Rp 20 Miliar. Kalau hanyak Rp 13 Miliar saja atau bahkan turun, mending tidak usah ada perusahaan itu, ” Jelasnya. 

 

Sementara itu, pihak nya juga meminta salinan kontrak karya yang sampai saat ini belum diberikan kepada masyarakat terkait apa – apa saja perencanaan, hasil pertambangan, serta dampak kepada masyarakat.

 

Kami sampai saat ini belum menerima salinan kontrak karya tersebut. Kami belum melihat apa isinya. Bahkan tadi . Bahkan pihak dari pemerintah pun belum mendapatkan salinan itu. Kami kecewa kenapa sampai sekarang belum ada kontrak karya itu. Kami akan terus mendesak agar salinan kontrak karya itu segera dikeluarkan, ” Tegasnya. 

 

Gersom pun meminta agar Dinas Pertanian Kabupaten Dairi agar mencabut Surat Keputusan (SK) nomor 50 2019 yang menyatakan bahwa Kecamatan Silima Pungga – Pungga merupakan lahan yang tidak produktif hasil pertanian.

 

Harusnya Dinas Pertanian melihat ke lokasi Silima Pungga- Pungga , dimana lokasi yang katanya tidak produktif itu. Tadi sudah saya bilang, Rp 13 Miliar hasil pertanian kami . Itu untuk 1 desa, bagaimana dengan desa lainnya, ” Tutupnya. 

 

Tinggalkan Balasan