Surat Edaran Kadis Pendidikan Simalungun Kutip Nats Alkitab, Bupati Simalungun Copot Kadisdik

Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Simalungun Kutip Nats Alkitab Amsal 1:7 membuat Bupati Simalungun Murka. Kadis Pendidikan Simalungun dicopot. Apa yang salah dengan nats Alkitab tersebut?

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga melakukan konfrensi pers atas pro kontra Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Simalungun di Gedung MUI, Jalan Asahan Batu 4 Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Propinsi Sumatera Utara pada Selasa (15/11/2022).

Bupati Simalungun didampingi oleh Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Nurdin Panjaitan, Kapolres Simalungun AKBP Ronald CH Sipayung beserta pejabat terkait memberikan klarifikasi terhadap Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun yang dianggap mengandung SARA dan sempat menimbulkan pro kontra ditengah masyarakat.

Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun Nomor: 420/3085/441/2022 tertanggal 20 Oktober 2022, prihal menjadi pembina upacara di satuan pendidikan dan ditujukan kepada Korwilcam bidang pendidikan, pengawas SMP, pengawas SD, penilik luar sekolah, dan kepada TK, PAUD, SD, SMP se Kabupaten Simalungun.

Surat Edaran tersebut meminta kepada Pembina Upacara supaya peserta upacara memahami dan memvideokan bahwa peserta upacara sudah menghafal tema yang ditetapkan yaitu:

  1. early to bed anda early to rise, makes a man healthy, wealthy and wise” (tidur lebih awal dan bangun pagi, membuat orang sehat, sejahtera dan bijaksana”.
  2. “the feat of the LORD is the beginning of knowledge, fools despise wisdom and instruction”, (takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan).

Tema ke (2) yaitu Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan adalah nats Alkitab dari Kitab Amsal Pasal 1 Ayat 7. Namun Surat Edaran tersebut dianggap sudah menyinggung perasaan salah satu agama dan menimbulkan pro kontra,

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui Surat Edaran tersebut dan ketika mendapat informasi dirinya langsung menegur Kepala Dinas Pendidikan Zocson Midian Silalahi.

Dalam kesempatan ini saya memohon maaf kepada seluruh umat Islam, Organisasi Masyarakat Islam dan insan pers terhadap kesalahan staf saya ini. Mari bersama sama kita menjaga kerukunan umat beragama di Simalungun. (Radiapoh Hasiholan Sinaga).

Namun sejumlah hadirin mempertanyakan murkanya Bupati Simalungun tersebut. Dan mempertanyakan letak penistaan agama yang terjadi. Apakah nats Alkitab tersebut mengandung sesuatu yang menyinggung perasaan orang lain atau agama lain?

Namun pertanyaan demi pertanyaan yang disampaikan oleh awak media tentang letak kesalahan dari Surat Edaran Kepala Dinas tersebut tidak dijawab oleh Bupati Simalungun.  Atau hanya karena kata kata tersebut Alkitabiah?

Tinggalkan Balasan