Tingkat Bunuh Diri Dalam Pertahun Mencapai 1 Juta Jiwa, Ini Kata Mahasiswa IAKN TARUTUNG

 

Serdang Bedagai – Stres menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2000) adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik.

 

Penulis : Krisdayanti Riana Lumban Gaol
Jurusan : Manajemen Pendidikan Kristen
Mahasiswa : IAKN Tarutung
Jurusan : Manajemen Pendidikan Kristen. 

 

Masalah-masalah yang sering membuat mahasiswa stres seperti mengeluh karena banyak tugas yang diberikan oleh Dosen, perlu kita ketahui bahwa tugas yang diberikan di perguruan tinggi sangat berbeda dengan SMA, bebannya lebih berat dan bisa berdampak langsung pada nilai dan IPK mahasiswa dari semester ke semester, jadi harus ditanggapi lebih serius, jangan heran jika membuat mahasiswa banyak stres.

Masalah keluarga seperti masalah keuangan yang terjadi pada keluarga, tentunya biaya kuliah lebih mahal dari biaya SMA apalagi dengan keluarga yang ekonominya pas-pasan, yang menjadi beban tersendiri bagi mahasiswa ditambah lagi banyak mahasiswa yang merantau keluar kota untuk menempuh pendidikan, dan jauh dari keluarga.

Agus, salah satu warga Medan mengatakan, dirinya sering merasa lelah ketika Dosen memberikan banyak tugas kepadanya.

” kalau saya merasa sedikit stres, namun gak terlalu lama karena saya tau itu tidak baik, tapi banyak juga teman-teman saya sering kelelahan karena banyaknya tugas yang diberikan kepada saya, ” Ucapanya. jumat (18/11/2022). 

Namun, ia mendengarkan lagu yang memberikan dirinya semangat, seperti lagu Tulus manusia-manusia kuat.

” Saya tidak pernah menceritakan masalah saya kepada siapapun karena saya takut mereka jadi kepikiran sama sama saya,”Terangnya.

Untuk itu, mahasiswa sering memendam permasalahannya sendiri dan takut bercerita kepada orang tua mereka, karena mereka takut jika orang tua mereka jatuh sakit.

Maka dari itu, banyak mahasiswa mengambil langkah yang salah dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Karena yang paling sering di alami oleh mahasiswa adalah, masalah percintaan yang mengakibatkan stress berlebihan, yang kadang ketika kita putus cinta kita merasa bahwa dunia kita sudah hancur.

Akibatnya, banyak orang ketika putus cinta tidak makan, nangis disepanjang hari, sehingga mengalami depresi yang berdampak pada kesehatan.

Mahasiswa tingkat akhir juga sering mengahadapi masalah seperti stres akibat judul skripsi yang tidak di ACC oleh Dosen, skripsi yang selalu direvisi sehingga membuat banyak mahasiswa tingkat akhir yang stress bahkan berpikir untuk bunuh diri.

Menurut WHO pada tahun 2019, sekitar 800.000 orang meninggal karena bunuh diri di seluruh dunia setiap tahunnya.

Tingkat bunuh diri lebih tinggi pada orang yang lebih muda. Di Asia Tenggara, angka bunuh diri tertinggi berada di Thailand (12,9 per 100.000 penduduk), Singapura (7,9), Vietnam (7,0), Malaysia (6,2), Indonesia (3,7) dan Filipina (3,7).

Penyebab seseorang ingin mengakhiri Hidupnya adalah, ketika sedang mengalami masalah yang sangat sulit dan situasi yang membuat semua orang putus asa dan percaya, bahwa bunuh diri adalah satu-satunya jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

seperti Mahasiswa yang stres diperantauan karena banyak tugas dan kesulitan ekonomi. Banyak mahasiswa yang mempunyai masalah ingin bercerita kepada orang lain mengenai masalah yang ia hadapi, namun tidak ada tempat untuk bercerita kepada orang lain, yang mengakibatkan memendam sendiri masalah yang ia hadapi, sehingga mengakibatkan banyak mahasiswa depresi.

Depresi ditandai dengan perasaan sedih, atau lekas marah. Mahasiswa yang mengalami depresi sering melakukan hal seperti mengkritik diri sendiri, menyalahkan diri sendiri, merasa tidak berharga bagi orang lain, kurang percaya diri, pesimisme terhadap hal baru, dan putus asa.

Ada juga perasaan malas, tidak berdaya, keterbelakangan psikomotor, dan penarikan diri dari hubungan sosial. Ketika seseorang mengalami depresi sering berpikir untuk menyakiti diri sendiri dan bahkan berpikir untuk bunuh diri.

Hal yang mengkhawatirkan ini juga didukung oleh data WHO yang menyatakan bahwa tingkat bunuh diri terkait depresi di seluruh dunia dapat mencapai sekitar 1 juta orang per tahun.

Upaya untuk pencegahan berpikir bunuh diri dan mengurangi rasa stres adalah beranikan untuk memulai bercerita kepada orang terdekat kita, walaupun susah setidaknya kita bisa sedikit lega setelah menceritakan masalah yang sedang kita hadapi.

Jika kita masih ragu untuk bercerita terhadap orang yang berada disekitar kita, kita bisa pergi ke psikiater atau psikolog, karena dapat membantu dan mengatasi masalah yang dihadapi serta memberikan pengobatan yang bisa dilakukan sesuai kondisi.dan memiliki pribadi yang kuat, ketika kita ingin berusaha untuk mengakhiri hidup yang kita jalani sekarang, cobalah untuk berpikir dan berjuang untuk hal-hal kecil yang ada disekitar kita.

Misalnya kita sangat menyukai makanan ayam geprek yang selalu kita beli, cobalah bertahan untuk dapat memakan ayam geprek tersebut dilain hari. Ingatlah orang tua yang sudah membesarkan kita dari lahir berjuanglah demi mereka agar diri kita sendiri dapat melihat mereka tertawa dengan sangat bahagia, dan mendekatkan diri dengan Tuhan yang Maha Esa.

 

 

Tinggalkan Balasan