Munas HIPMI ke 17 di Solo Ricuh

Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Ke 17 yang diselenggarakan di Surakarta, Solo, Jawa Tengah menjadi ajang adu jotos. Munas tersebut sebelumnya dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo

Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ke 17 telah dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. Munas yang diselenggarakan di Surakarta, Solo, Jawa Tengah ini direncanakan berlangung selama 3 hari yaitu 21 – 23 November 2022.

Pada pembukaan Munas tersebut, Jokowi menekankan pentingnya kondusifitas menjelang konstelasi menjelang Pemilu 2024. Presiden berharap pengusaha muda se Indonesia berkontribusi untuk kenyamanan dan kondusifitas di Indonesia.

“Saya titip dalam kondisi dunia yang sedang rentan supaya pengusaha muda menjaga kondusifitas ekonomi dan politik supaya tetap adem. kalo tidak bisa ya sebisa mungkin anget dan tidak sampai panas”. (Presiden RI, Ir. Joko Widodo – Dalam Sambutannya membuka Munas HIPMI ke 17 di Solo).

Salah satu agenda dalam Munas HIPMI ke 17 adalah Pemilihan Ketua Umum HIPMI menggantikan Ketua Umum Sebelumnya, Mardani Maming yang terjerat kasus tindak pidana korupsi di KPK. Sedangkan Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Kepala Badan Penanaman Modal Indonesia juga pernah menjadi Ketua Umum HIPMI.

Pembukaan Munas HIPMI ini menjadi wadah pertemuan antara Ganjar Pranowo, Puan Maharani dan Ir. Joko Widodo. Dimana 3 tokoh sentral Pilpres 2024 ini duduk berdampingan dan saling melempar senyum satu dengan yang lain. Bahkan Ganjar Pranowo diketehui menjemput Puan Maharani dan satu mobil untuk menghadiri Munas HIPMI tersebut.

Pasca Ditinggal Jokowi, Munas Memanas

Pasca pembukaan masyawarah nasional tersebut dan memasuki agenda persidangan, situasi memanas. Hujan interupsi hingga terjadinya pertikaian antar kubu melahirkan adu jotos. ,Beredar rekaman terjadinya pertengkaran antara peserta hingga kontak fisik.

Belum diketahui penyebab terjadinya perkelahian antar sesama peserta tersebut namun panitia penyelenggara menyatakan bahwa kontak fisik tersebut terjadi karena adanya miss komunikasi.

Tinggalkan Balasan