5 Kali Dicabuli, Gadis Keterbelakangan Mental Hamil Dua Bulan

0
206

SIMANTAB.COM – Seorang gadis belia Tunagrahita (keterbelakangan mental) Inisial DRP (16) warga Kecamatan Padang Bolak, Padang Lawas Utara (Paluta), mengaku 5 lima kali dicabuli pelaku berinisial AS. Akibat perbuatan pelaku, kini korban hamil 2 bulan.

Ketua LPA Paluta, Mula Tua Parlindungan Siregar atau lebih dikenal Aseng didampingi paman korban DP (39) kepada wartawan, Rabu (11/3/2020) mengatakan, keluarga sudah membuat laporan ke Polres Tapsel.

“Pihak keluarga korban sudah membuat laporan resmi ke Polres Tapsel semalam dan sedang diproses pihak penyidik,” kata Aseng.

Aseng juga mengaku pihaknya akan terus memantau perkembangna kasus ini hingga tuntas, sehingga menimbulkan efek jera bagi oknum yang ingin mencoba melakukan tindak kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur di Paluta.

“Apalagi belakangan ini di Paluta makin tingginya kasus dugaan tindak kekerasan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Saya juga berharap adanya peranan serius dari pihak Pemkab untuk menyelenggarakan kegiatan kegiatan edukasi pencegahan,” papar Aseng.

DP menceritakan kronologi awal terungkapnya kasus tersebut saat korban ditegur salah satu warga di lokasi pemadian, karena melihat ada perubahan tak lazim pada bagian perut korban.

“Sehingga kami memeriksakan keponakan saya ke bidan desa dan hasilnya ponakan saya ini positif hamil,” kata paman korban.

Lanjutnya, saat mereka interogasi, DRP mengaku dirinya dicabuli pelaku inisial AS sebanyak 5 kali di tempat kerjanya yakni di salah satu warung kopi milik Ros di Simpang Naga Saribu, Desa Sibatang Kayu.

“Dari pengakuan ponakan saya, saat awal pertama kejadian, dia sudah melaporkan hal ini sama pemilik warung. Namun katanya tidak ditanggapi pemilik warung dengan serius,” ungkap DP dengan raut wajah kecewa.

DP berharap, pihak Polres Tapanuli Selatan bisa segera mengungkap kasus tersebut dan menetapkan tersangkanya serta segera mungkin melakukan penahanan terhadap tersangkanya.

“Apalagi keluarga yang diduga pelaku ini sudah beberapa kali melakukan tindakan intimidasi terhadap keluraga korban dengan mendatangi rumah keluarga korban,” ugkap paman korban lagi.

DP juga menuturkan, keponakannya yakni korban DRP bersama 4 adik-adiknya yang masih kecil telah lama ditinggal ayahnya dan juga tergolong dari keluarga ekonomi lemah. (Febri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here