Kantor Berita Simantab
Pusat informasi dan berita politik, ekonomi, hukum, budaya dari kabupaten karo, pakpak, dairi, toba, melayu, simalungun dan budaya jawa.

Cerita Pedagang Bendera Merah Putih di Medan Mengais Rejeki di Masa Pandemi

Dua pekan lebih menjelang HUT RI, pedagang bendera merah putih di Kota Medan mulai mengais rejeki di tengah situasi pandemi Covid-19.

Medan – Dua pekan lebih menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia, pedagang bendera merah putih di Kota Medan mulai mengais rejeki di masa pandemi Covid-19.

Ya, hari kemerdekaan Republik Indonesia diperingati setiap 17 Agustus. Momen ini pun dimanfaatkan sebagian pedagang menjadi peluang ekonomis.

Pedagang ini pun sudah terlihat dibeberapa ruas jalan di Kota Medan, seperti di Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Gatot Subroto.

Salah satu pedagang bendera merah putih ini adalah Aji Rajali (28). Warga Medan Tembung ini pun menggelar dagangannya di Jalan Sisingamangaraja di depan makam pahlawan Medan.

Dia mengaku mulai berjualan bendera merah putih di kawasan itu sejak 1 Juli 2021, akan tetapi masih sepi pembeli.

Baca Juga:

“Masih sepi, terutama pembeli bendera yang akan digunakan sendiri,” ungkapnya, Jumat (30/7/2021).

Tapi, kata dia, pembeli yang untuk dijual kembali sudah mulai berdatangan, namun jumlahnya mengalami penurunan hingga 50 persen.

“Belum banyak yang pesan. Untuk kebutuhan instansi, perkantoran juga belum ada yang pesan,” tuturnya.

Begitu pun, sambung pria yang sudah berjualan bendera merah putih selama 10 tahun, agar pembeli tetap tertarik harus mampu berinovasi.

“Misal, menaruhkan rimpel pada bagian bawah bendera, kemudian diberikan motif Burung Garuda, atau ada juga yang bentuknya divariasikan. Harus berinovasi supaya pembeli tertarik,” ujarnya.

Rajali mengakui, dari kebiasaannya berjualan bendera merah putih menjelang momen HUT RI, pembeli mulai ramai di tanggal 5 Agustus.

“Biasanya gitu, mulai ramai di tanggal 5 Agustus. Nah, ini nanti baru kita bisa tau pemesanan naik atau turun,” tuturnya.

Namun di situasi pandemi Covid-19 ini, dia mengaku tidak terlalu berharap karena dari awal dia pun menurunkan jumlah produksi.

“Benderanya kita produksi di rumah bersama dua orang karyawan. Kalau dulu sebelum pandemi, kita berani stok bendera. Tapi situasi pandemi ini, kita ganti strategi hanya memproduksi jika ada pesanan saja agar tidak terlalu merugi. Meski begitu, kita tetap berharap pembeli tetap ada, karena bagaimanapun hari kemerdekaan harus semarak dengan memasang bendera negara kita Sang Saka Merah Putih,” harapnya. ()

Top Radio Banner
Comments
Loading...

Situs ini menggunakan kuki untuk memberikan pengalaman terbaik bagi anda dalam menggunakan layanan kami. Kami memegang komitmen untuk melindungi privasi anda dan menjadikan keamanan data menjadi prioritas kami SetujuBaca Lagi