Kantor Berita Simantab
Pusat informasi dan berita politik, ekonomi, hukum, budaya dari kabupaten karo, pakpak, dairi, toba, melayu, simalungun dan budaya jawa.

Segini Uang Tutup Mulut Wartawan Persada Sembiring

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko dalam keterangannya mengungkap motif dibalik kasus penyiraman air keras terhadap Persada Sembiring.

Medan – Kepala Polrestabes Medan Kombes Riko Sunarko mengatakan, wartawan yang menjadi korban penyiraman air keras, Persada Sembiring sudah sebanyak 8 kali memintai uang kepada pelaku SS.

“Uang yang diminta Persada Sembiring mulai dari angka Rp500 ribu, kemudian minta dinaikkan menjadi Rp1juta, lalu minta dinaikkan lagi jadi Rp2 juta. Dan terakhir yang bersangkutan meminta naik menjadi Rp4 juta per bulan,” beber Riko dalam konferensi pers di Markas Polrestabes Medan, Senin 1 Agustus 2021.

Motif penyiraman, kata Riko, didasari rasa kesal SS selaku pemilik gelanggang permainan yang menjadi otak penyiraman SS kepada korban. Sebab, korban selalu memintai uang kepada SS setiap bulannya.

“Korban biasanya menerima uang dari SS pada tanggal 21 setiap bulannya. Namun, pada bulan Juni 2021, SS terlambat memberikan uang tersebut,” beber Riko lagi.

Korban yang tidak terima dengan keterlambatan itu, sambung Riko, lalu mengirim link pemberitaan yang merugikan gelanggang permainan milik SS melalui pesan WhatsApp, yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Atas hal itu, Persada meminta agar SS segera memberikan uang untuk jatah bulan Juni.

Baca Juga:

Tentara Langit Syarifin Bangun Dipenjara Kedua Kalinya Dalam 1 Tahun

Polres Karo Abaikan SK 3 Menteri tentang UU ITE

Viral, Pedagang Ikan Korban Pajero

Netizen: Pajero Berubah Jadi Angkot

“SS kemudian mengirimkan uang yang diminta Persada. Berikutnya pada bulan Juli 2021, SS kembali terlambat memberikan uang kepada Persada hingga tanggal 24 Juli,” ungkapnya.

SS yang mulai resah karena sering ditagih oleh Persada, kemudian memerintahkan rekannya tersangka HST untuk memberikan pelajaran kepada korban.

“Pada tanggal 25 Juli, Persada bersama HST melakukan kesepakatan untuk bertemu disalah satu tempat tepatnya di depan Rumah Makan Tesalonika, Jalan Jamin Ginting Medan dengan alasan untuk memberikan uang tersebut. Namun sebelumnya HST dan SS telah terlebih dahulu mencari orang untuk mengeksekusi korban. Dan setelah berada di TKP, orang suruhan HST dan SS pun mengeksekusi Persada dengan menyiramkan air keras ke wajahnya,” terang Riko.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, polisi menetapkan 5 orang tersangka yang memiliki peran masing-masing, yakni UA (50), HST (36), IIB (39), N, dan SS (41).

Seharusnya Anda Tau

Sedangkan korban Persada Sembiring disebut sebagai wartawan Jelajahperkara.com. Dilihat dalam susunan redaksi, Persada Bhayangkara Sembiring SH menjabat sebagai Direktur/Pimpinan Umum, dan Penanggung Jawab/Pimpinan Redaksi di media tersebut. ()

Top Radio Banner
Comments
Loading...

Situs ini menggunakan kuki untuk memberikan pengalaman terbaik bagi anda dalam menggunakan layanan kami. Kami memegang komitmen untuk melindungi privasi anda dan menjadikan keamanan data menjadi prioritas kami SetujuBaca Lagi