17 Anak di Tapsel Jadi Korban Pencabulan, Pelaku Sempat Lari ke Siantar

0
643

SIMANTAB. COM, Tapanuli Selatan – Seorang pria asal Tapanuli Selatan (Tapsel) kini menjadi buronan polisi. Pasalnya, ia telah melakukan tindakan pencabulan terhadap 17 anak dibawah umur, yang merupakan warga Desa Janji Angkola, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Seperti yang dilansir MudaNews.com, terkuaknya aksi pelaku berawal saat salah satu korban mengaku kepada orang tuanya bahwa anusnya sakit. Saat itu, RAH (5) bercerita kepada orangtuanya NH (40) bahwa kemaluan pelaku berinisial SBH (35) yang merupakan tetangga mereka dimasukan ke duburnya.

“Kejadian itu terjadi Senin (27/2) lalu. Saat itu, anak saya dibawa pelaku jalan-jalan. Sepulangnya dari jalan-jalan itu, anak saya nangis dan dia ngaku anusnya sakit. Makanya saya introgasi dia,” ucapnya saat membuat pengaduan di Polres Tapsel.

Ketika diintrogasi, RAH mengatakan pelaku telah memasukkan kemaluannya ke anusnya saat diajak jalan-jalan. Hal tersebut dilakukan pelaku saat di gubuk.

“Anak saya bilang, pelaku sudah memasukkan kemaluannya ke anusnya saat di gubuk,” ungkapnya.

Mendengar pengakuan anaknya tersebut, NH pun mendatangi pelaku. Namun, saat itu pelaku hanya diam saja saat dicecar pertanyaan oleh NH.

“Karena dia diam. Makanya saya laporkan ke Kades. Mendengar laporan saya, pelaku pun kemudian dipanggil Kades. Saat dipanggil itu, dia baru ngaku. Disitulah baru warga pun mengintrogasi anaknya dan diketahui saat ini 17 anak menjadi korbannya. Makanya saat itu kami pun melaporkannya ke Polsek Batang Angkola,” ungkapnya.

Namun, lantaran di Polsek Batang Angkola tidak ada unit PPA, petugas pun menyarankan keluarga korban melapor langsung ke Polres Tapsel. “Karena diarahkan ke polres, makanya kami langsung ke sini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Jama K Purba mengaku saat ini pihaknya tengah memeriksa para korban. “Ini lagi kita periksa. Korbannya 17,” akunya.

Sementara itu, keberadaan pelaku pelecehan seksual terhadap 17 anak laki-laki masih dilakukan pihak Polres Tapsel. Sat Reskrim Polres Tapsel telah membentuk 2 tim. Kedua tim tersebut pun kemudian dibagi tugas mencari keberadan pelaku yakni 1 tim mencari di Daerah Tapsel dan 1 satu tim lagi mencari ke luar daerah.

Pengejaran dilakukan hingga ke Pematangsiantar yang merupakan tempat tinggal kerabatnya. Namun sayang, setelah petugas bergegas menyambangi daerah tersebut, petugas tidak menemukannya.

“Awalnya kita dapat kabar dia di Siantar, tapi pas kita ke sana (Siantar, red) dia sudah tidak ada lagi. Namun, warga sekitar sempat membenarkan pelaku sempat berada di sana sebelum akhirnya pergi lagi,” ungkap seorang personil kepolisian yang enggan namanya dipublikasikan.

Dari informasi warga, petugas pun mendapat kabar kalau pelaku kabur ke daerah Pulau Jawa. Mengingat jarak tempuh yang cukup jauh, petugas pun telah berkordinasi dengan pihak keluarga pelaku yang berada di sana supaya bisa menahan pelaku jangan sampai kembali melarikan diri.

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Jama Kita Purba saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Namun, pihaknya belum dapat mempercayai kalau keberadaan pelaku memang sudah di Pulau Jawa.

“Itu kan masih katanya-katanya. Belum tahu juga kita,” ucapnya saat ditemui di Mapolres Tapsel.

Kendati demikian, Jama yakin pihaknya akan segera membekuk pelaku. “Kita tunggu aja. Sabar ya,” ucapnya. (Sn-07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.