3 Hari, Polres Simalungun Tangkap 9 Pelaku Penyalahguna Narkoba, 1 Oknum PNS

1
2512

SIMANTAB.COM, Simalungun – Polres Simalungun terus saja berupaya membrantas narkoba di Siantar Simalungun, terbukti kali ini Personel Polres Simalungun yang berhasil meringkus 9 pelaku penyalahgunaan narkoba dalam waktu 3 hari.

Terhitung sejak Jumat (13/04/2018) sekira pukul  20.30 WIB, personel Sat Narkoba menangkap Jumino Alias Tagor (30) warga Desa Ketaren, Nagori Bandar, Kabupaten Simalungun, berhasil ditangkap di Simpang Mesjid, Desa Kateran, penangkapan terhadap Tagor berawal dari adanya informasi dari warga kepada Sat Narkoba bahwa sering terjadi transaksi narkoba. Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus Tagor yang diduga sebagai bandar narkoba yang kerap menjual barang haram itu di wilayah tersebut.

Dari tangan Tagor, polisi mendapati narkoba jenis sabu sebanyak 1 paket, 1 unit handphone merk Samsung milik pelaku juga ditemukan di tanah karena pada saat hendak melakukan transaksi, pelaku selalu memegang handphone dan 1 buah dompet berisi uang sebesar Rp 300 ribu yang diduga hasil penjualan sabu.

Selanjutnya dilakukan interogasi terhadap pelaku dan ia mengaku bahwa barang bukti sabu diperoleh dari seorang berinisial J  yang bertempat tinggal di daerah Kecamatan Bandar. Kemudian anggota Sat Narkoba pelaku ke rumahnya untuk dilakukan kembali penggeledahan dan barang bukti yang berhasil ditemukan berupa 1 buah bong yang terbuat dari botol minuman warna hijau dan di dalamnya berisi 1 buah kaca pirex dan 3 buah pipet serta satu buah mancis yang ditemukan dari atap rumahnya. Selanjutnya Sat Narkoba Polres Simalungun melakukan pengembangan kepada J yang diduga sebagai bandar dari Tagor, namun tidak membuahkan hasil karena diduga sudah sempat melarikan diri dan rumahnya sudah kosong.

Pada hari Sabtu (14/04/2018) sekira pukul 22.00 WIB Sat Narkoba kembali mendapatkan informasi bahwa di Jalan Asahan, tepatnya di depan Rumah Makan Cindelaras, sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu. Atas informasi itu, Sat Narkoba kembali melakukan penyelidikan dan tak lama setelah diintai akhirnya datang seorang pria dengan gelagat mencurigakan dengan mengendarai sepedamotor.

Tak ingin ‘buruannya’ lepas Sat Narkoba langsung meringkus keduanya yang diketahui bernama Sumardi Sihombing (33) warga Jalan Kisaran 2, Kelurahan Kampung Kristen, Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar. Saat itu, polisi sempat tidak menemukan barang bukti sabu dari tangannya, setelah diteliti lebih rinci akhrinya polisi mendapati 1 paket sabu yang dibuang ke tanah oleh Sumardi.

Polisi pun melakukan introgasi dan ia mengaku bahwa sabu itu diperolehnya dari seorang pria yang bernama Romy Ryan (32) warga Jalan Raya Ujung, Kelurahan Timbang Galung, Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.

Malam itu juga, polisi melakukan penggrebekan di kediaman Romy dan berhasil meringkus Romy. Romy kemudian mengakui bahwa ia sebelumnya menjual sabu kepada Sumardi dan ia mendapatkan sabu itu dari seorang pria yang bernama Khalid Anasruloh (34) warga Jalan Menambin, Kelurahan Timbang Galung, Polisi pun menangkap Khalid dari kediamannya dan saat diintrogasi ia mengakui bahwa telah menjual sabu kepada Romy dan kemudian ia mengakui bahwa sabu tersebut diperoleh dari seorang pria bernama Surya.

Polisi pun mengejar Surya Matdani (25) dan berhasil meringkusnya dari kosnya di Jalan Sadum, Kelurahan Bantan, Siantar Barat. Saat digrebek, polisi mendapati 3 teman Surya yang diketahui bernama M Taufik (27), Fikri Aulia Rahman (25) yang keduanya merupakan warga Jalan Singosari dan M Syarial Siregar warga Jalan Siak, Kelurahan Martoba, Siantar Utara.

Dari kos-kosan Surya yang merupakan warga Jalan Bola Kaki, Kelurahan Banjar ini, polisi menemukan barang bukti 2 bungkus plastik klip kecil yang di dalamnya diduga berisikan narkotika jenis sabu, 1 batang rokok Gudang Garam yang di dalamnya diduga berisikan narkotika jenia ganja, 4 batang rokok yang di dalamnya diduga berisikan narkotika jenis ganja, uang Rp 1 juta yang diduga hasil penjualan narkotika, 2 unit timbangan eletrik, 1 unit mesin pemanas,  1 buah kaca pirex, 1 buah pipet (sekop), 1 unit HP merk Samsung, 1 bungkus plastik klip besar yang di dalamnya berisikan plastik klip kecil kosong, 1 bungkus plastik klip besar yang di dalamnya berisikan plastik klip sedang kosong dan 1 bungkus plastik klip besar yang di dalamnya diduga berisi sisa narkotika jenis sabu dan dari tersangka Taufik, Fikri dan Syarial polisi menyita HP ketiganya.

Selanjutnya, polisi melakukan introgasi terhadap Surya dan ia mengakui bahwa narkoba tersebut diperolehnya dari seorang pria yang beralamat di Kota Medan.

Kemudian, pada hari Minggu (15/04/2018)sekira pukul 11.30 WIB, Sat Reskrim Polsek Bosar Maligas meringkus Aditya Permadi (27) warga Dusun II Mangkei Baru, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara. Polisi berhasil meringkus PNS di Sekretariat DPRD Batu Bara berkat adanya informasi yang diperoleh oleh Sat Reskrim Polsek Bosar bahwa di sekitaran Sei Mangkei sering dijadikan transaksi narkoba. Polisi akhrinya melakukan penyamaran dan melihat dua orang pria yang mengendarai seprdamotor Honda Supra X 125 BK 4922 TAI. Teman Aditya yang menyadari kehadiran polisi langsung lompat dari sepedamotor dan membuang bungkusan plastik.

Kemudian polisi meminta kepada Aditya untuk mengambil bungkusan tersebut yang isinya 2 paket diduga sabu. Saat diintrogasi, Aditya mengakui bahwa sabu tersebut diperolehnya dari pria bernama Kendi warga Indrapura, Kabupaten Batu Bara. Polisi yang melakukan pengembangan tidak berhasil meringkus Kendi.

Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP M Ritonga membenarkan hal tersebut dan pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan dan guna untuk pengembangan atas tertangkapnya para pelaku penyalahgunaan narkoba.

Kapolsek Bosar Maligas, AKP R Siregar juga membenarkan mengenai penangkapan oknum PNS yang bertugas di Sekretariat DPRD Kabupaten Batu Bara tersebut. (Lud)

1 COMMENT

  1. Mohon juga kepada bapak kepolisian setempat untuk melakukan penyelidikan di sekitaran kampung bandar silou jalan sei langgei kec.bandar masilam. Disini sering sekali terjadi transaksi jual beli narkoba . Masyarakat banyak yang sudah mengetahui tapi masyarakat tidak bisa menindaklanjuti perihal tersebut. Maka dari itu mohon untuk penyelidikan dan penangkapan di daerah sini. Warga masyarakat sering melihat adanya transaksi jual beli narkoba di gang lestari bandar silo tepatnya di BOK gang lestari masuk dalam, di kebun sawit temorang bandar silo, di partek tuak, di belakang warnet fadli gang lestari bandar silo, dan di kediaman iwan bengkel (pinggir pasar) serta kediaman iren (masuk dalam gang lestari),Jaidin bandar silo(masuk dalam gang lestari).
    Mohon hal ini di tindak lanjuti pak. Karna hampir 80% pemuda disini menggunakan barang haram tersebut. Terimakasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.