3 Wanita jadi Bandar Sabu di Kos-kosan Jalan Melanthon Siregar

0
394

SIMANTAB.COM, Pematangsiantar – Tiga wanita ditangkap dari kos-kosan karena menyimpan sabu. Puluhan paket sabu diamankan dari tempat kos di Jalan Melanthon Siregar Gang Pede, Kelurahan Marihat Jaya, Siantar Marihat, Senin (23/1) malam.

Seperti dikutip dari Metrosiantar.com, ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Mereka adalah Dewi Hartaty Sagala alias Dio (28) warga Jalan Tanah Jawa Gang Kuil, Kelurahan Melayu, Siantar Barat. Kemudian Agustina Erma Anggriani (24), warga Jalan Nagur Gang Masjid, Kelurahan Martoba, Siantar Utara, serta Ficka Erma Juwita (21) warga Jalan Melanton Siregar, Kelurahan Marihat Jaya, Siantar Marihat.

Mereka ditangkap dari kamar nomor 2 di kosan tersebut. Polisi menemukan barang bukti 26 paket kecil sabu seberat 11,32 gram, sebuah timbangan elektrik, dua mancis, satu buku tulis, satu isolasi, empat sedotan atau sendok sabu, uang Rp300 ribu, satu gunting dan sebungkus plastik klip kosong.

Kepala Sat Resnarkoba Polres Siantar AKP Mulyadi membenarkan adanya penangkapan itu.

“Penangkapan itu berkat informasi yang kita terima dari masyarakat. Dari informasi itulah kita bergerak. Dan masyarakat pun sudah mulai resah karena di lokasi itu sudah sering terjadi transaksi narkoba,” jelasnya seperti yang dilansir Metrosiantar.com.

“Mereka kita tangkap ketika sedang duduk-duduk dalam kamar. Mereka baru selesai memaketi sabu itu. Kemungkinan mereka sedang menunggu pembeli,” tambahnya.

Lebih lanjut Mulyadi mengungkapkan bahwa ketiga tersangka memiliki peran yang sama, yakni sebagai pengedar. “Pengakuannya, mereka mengambil barang (bukti) itu dari Aceh,” ungkapnya.

Mulyadi menambahkan bahwa hingga saat itu pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap sindikat pengedar dan bandar narkoba lainnya.

“Ketiga tersangka kita jerat pasal 114 subsider 112 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” imbuhnya.

Pantauan METRO SIANTAR di lokasi penangkapan, Selasa (24/1) pagi, lokasi kos-kosan terlihat sepi. Ada dua sepedamotor terparkir di depan kos-kosan itu. Ada pula seorang wanita bertubuh besar yang terlihat sedang membersihkan kamarnya.

Ketika ditanyai, wanita itu membenarkan adanya penggerebekan tersebut.

“Iya tadi malam memang ada digerebek. Ada polisi datang naik mobil Xenia,” bebernya.

Wanita itu pun mengaku bahwa dirinya tidak mengenal ketiga tersangka. “Nggak kenal aku sama mereka karena aku pun baru di sini. Tapi sering kulihat orang itu di sini,” terangnya.

Masih di lokasi yang sama, sejumlah warga sekitar mengungkapkan bahwa mereka pun sudah mulai resah dengan keberadaan para penghuni kos-kosan.

“Warga di sini pun sudah resah karena sering kali penghuni kos-kosan itu keluar masuk pada waktu dinihari,” ungkap warga.

Sementara itu, pemilik kos-kosan bermarga Nainggolan, tidak menampik adanya penggerebekan itu. “Waktu penggerebekan, saya pun di sana tadi malam,” katanya.

Ia melanjutkan, selama menghuni kamar kos itu, ketiga tersangka tidak pernah memperlihatkan gerak-gerik yang mencurigakan.

“Nggak ada amang karena kalau saya datang (ke kos-kosan), mereka jarang di situ. Mereka masuk (menghuni) kamar kos itu mulai 2 Januari,” jelasnya.

Saat disinggung terkait keresahan masyarakat terhadap penghuni kos-kosan, dia mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan pengawasan terhadap kos-kosan miliknya itu.

“Saya tiap malam ke sana untuk melihat kegiatannya. Kalau soal pengawasan amang, tiap hari saya ke tempat kos untuk melihat air dan listrik,” imbuhnya. (sn-08)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.