Ada Indikasi Korupsi, APH Diminta Usut Anggaran Pelatihan TRC BPBD Labuhanbatu

0
81

SIMANTAB.COM, Labuhanbatu – Penegak hukum diminta untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan anggaran di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, terkait anggaran pelatihan Team Reaksi Cepat (TRC) BPBD.

Hal ini diucapkan Haris Nexsion Tambunan SH selaku Ketua LBH Pilar Keadilan Advocasi Sumut menduga ada ‘permainan’ anggaran di BPBD Kabupaten Labuhanbatu dimana ia menduga anggaran pelatihan TRC. “Benar atau tidak, kita tidak bisa pastikan, kita harap penegak hukum melakukan penyelidikan terkait penggunaan anggaran BPBD itu,” katanya ditemui Simantab.com.

Dijelaskannya, diduga Kepala Badan (Kaban) Said Ali Harahap melakukan manipulasi anggaran dengan cara mengambil uang transport para peserta pelatihan TRC.

Menurutnya, jika dugaan itu benar adanya hendaknya orang nomor satu di Pemkab Labuhanbatu agar mencopot bawahannya itu. Degan begitu dapat membuat epek jera terhadap instansi lain.

“Jika terbukti, kita harap seperti itu, selain adanya pidana, ada juga tindakan atasan,” sebut Haris.

Sebelumnya, dana sebesar Rp 24 juta anggaran yang diperuntukkan uang transport ke 80 orang Satgas TRC BPBD Labuhanbatu diduga telah diselewengkan Kepala BPBD Labuhanbatu itu.

“Itu ada transpot anggota Satgas waktu pelatihan tidak dibayar sama Kaban. Per-orang Rp300 ribu dikali 80 orang. Jadi jumlahnya Rp24 juta. Tanda tangan Satgas pun diduga dipalsukan untuk mengambil uang transpot tersebut,” beber sumber.

Tidak hanya uang transpot saja, 30 persen dari dana anggaran Rp320 juta untuk pelatihan Satgas TRC BPBD Labuhanbatu diambil oleh Kepala BPBD Labuhanbatu itu.

“30 persen dari Rp320 juta sekitar Rp97 juta uang diambil sama Kaban. Kalau dijumlahkan sekitar Rp121 juta uang yang diduga dimakan Kepala BPBD,” tambahnya lagi. (Abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.