Aliansi LSM  Demo dan Melaporkan Oknum Anggota DPRD Simalungun

0
256

SIMANTAB.COM, Simalungun – Aliansi Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Siantar – Simalungun,  melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD Kabupaten Simalungun, Jumat (09/12/2016). 

Tujuan unjuk rasa tersebut guna mendesak agar Badan Kehormatan Dewan (BKD) yang ada di DPRD itu, segera menyidangkan Rospita Sitorus dalam sidang kode etik DPRD guna meminta pertanggungjawaban atas statement Rospita di salah satu akun media sosial, Facebook.

Menurut mereka dalam pernyataan sikapnya yang ditanda tangani oleh Johanes Sakti Sembiring, sebagai kordinator aksi, dikatakan, Rospita Sitorus, yang merupakan salah satu unsur Wakil Ketua di DPRD Kabupaten Simalungun, telah melakukan tindakan diluar kewajaran. Tindakan tersebut, dimaksud mereka,  adalah penghinaan dan fitnah terhadap Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Diketahui oleh mereka, pada tanggal 27 November 2016 lalu, melalui akun yang diduga milik Rospita tersebut mengunggah kata yang isinya menurut mereka terkesan melecehkan. Kata tersebut berbunyi “Kita tak lsm sim, koar koar biar dibayar”.

Sementara itu, terlihat dilokasi, aksi mereka diterima oleh beberapa orang anggota DPRD Simalungun.  Benhard Damanik, salah seorang dewan yang menerima aksi mengatakan bahwa aspirasi para pengunjuk rasa nantinya akan disampaikan kepada pimpinan DPRD,  dan selanjutnya menyerahkan kepada BKD, sehingga nantinya dapat meneliti apa yang menjadi tuntutan pengunjuk rasa.

“Menyampaikan aspirasi, ini sah sah saja dilakukan, untuk menjaga kode etik yang berjalan di DPRD ini. Kalau memang DPRD itu bersalah, ada sangsi sangsi yang diatur didalam tata tertib DPRD,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Jhon MT Saragih, salah satu anggota DPRD Simalungun dari beberapa orang lainnya yang menerima aksi, mengungkap bahwa apa yang jadi tuntutan aliansi dapat diserahkan berbentuk berkas secara langsung. Tak lama berselang, berkaspun diserahkan oleh LSM yang mengikuti aksi unjuk rasa.

Selanjutnya, massa pun mem bubarkan diri dari lokasi gedung DPRD dan selanjutnya menuju kantor Polres Simalungun guna membuat laporan resmi. Hotlan Purba, salah seorang pengunjuk rasa mengungkap, pada pelaporan di Polres Simalungun, dilakukan oleh 3 lembaga. Diantaranya, LIRA Kabupaten Simalungun, Sahabat Lingkungan (Saling) dan Gerakan Mahasiswa Pemuda Simalungun (Gemapsi). (Die)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.