Asap Pabrik PKS CV. Rapi Tehnik Berpotensi Menyebarkan Penyakit Kepada 9 Orang Perhari oleh SO2 dan NOx

0
54

Oleh : Safril ST.MT

Pada kegiatan operasional di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) sebagai main product dan menghasilkan produk sampingan yang disebut by-product, baik itu berupa limbah padat maupun limbah cair. Begitu juga limbah atau polusi yang disebabkan akibat pembakaran pada boiler PKS, diantaranya ada beberapa polutan yang dapat menyebabkan pencemaran udara, antara lain: Karbon monoksida, Nitrogen dioksida, Sulfur dioksida, Partikulat, Hidrokarbon, Timbal dan Karbondioksida. Pada partikulat terdapat Macam-macam partikel, yaitu : (a) Aerosol : partikel yang terhambur dan melayang di udara, (b) Fog (kabut) : aerosol yang berupa butiran-butiran air dan berada di udara, (c) Smoke (asap) : aerosol yang berupa campuran antara butir padat dan cair dan melayang berhamburan di udara, (d) Dust (debu) : aerosol yang berupa butiran padat dan melayang-layang di udara
Untuk limbah cair memberikan kontribusi yang cukup besar berkisar antara 55%-67% dari total TBS (Tandan Buah Segar) yang diolah perharinya. Pada limbah padat seperti Tandan Kosong (TANKOS) yaitu berkisar 20%-25%. Jika sebuah PKS dibangun dengan 60 Ton/Jam maka limbah yang dihasilkan, untuk asumsi, jika waktu operasionalnya selama 24 jam menghasilkan 1.440 x 23% = 331,2 Ton limbah padat, dan limbah cair 1.440 x 61% = 878,4 limbah cair. Sementara pada pembakaran boiler menggunakan serabut dan cangkang yang memiliki potensi nilai kalor 2.770,544 kkal dengan nilai persentase mencapai 12% untuk serabut (fibre) dan 6% untuk cangkang (shell), diketahui dari palm oil management nut & kernel station dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Diketahuinya dari palm oil management nut & kernel station dapat dilihat pada tabel

Dari data diatas maka dapat asumsikan asap yang dihasilkan dari pembakaran pada pabrik industri PKS dengan kapasitas 60 Ton/Jam dengan menghasilkan nilai kalor 2.770,544 menghasilkan energi sebesar 3,219988 kWh, meggunakan asumsi CO2 (0,27) maka faktor konversi karbon ekuivalen listrik 0,21 kWh. Pada pembakaran dengan variabel cangkang dan serabut di PKS dapat dihitung melalui nilai kalor kemudian dibagi dengan nilai faktor karbon termodinamik yaitu 0,065218 kWh. Sehingga dapat dihitung nilai SO2 dan NOx sebagai berikut: (3,219988 kWh x 0,00389 x 12 Bulan/Tahun) (60 Ton/Hari x 0,065218 x 12 Bulan/Tahun) = 3,92561 Ton/Tahun. Dengan perhitungan diatas maka dapat diasumsikan jika (3,219988 kWh = (1 x 103) (3600) joule = 11.591,956 kilojoule/kilogram = 862,67 x 104 kilogram/kilojoule, 1 m3 x 862,67 x104 = 8.626,7 x 1 x 10-9 = 86.267 x 10-5 Km : 1000 x 360 = 0,310 m dalam perhitungan tingkat radius yang terjangkit penyakit yang diakibatkan oleh asap PKS yang mengandung SO2 dan NOx diasumsikan dengan 0,310 x 3 (radius satuan Km) = 0,93 orang/hari jika dibulatkan 9 orang per hari yang terjangkit penyakit yang disebabkan oleh SO2 dan NOx. Perlu diketahui kandungan SO2 yang tercampur pada udara akan mengakibatkan iritasi pada paru-paru, sehingga meenyebabkan kesulitan bernafas dan berpotensi kematiaan terutama terhadap kelompok atau seseorang yang sensitif seperti yang sedang mengidap penyakit asma, anak-anak dan lansia. Sangat memperhatinkan jika asap/polusi udara yang dihasilkan oleh kegiatan PKS yang tidak terfilterisasi, maka akan menyebabkan penyakit dan dapat dihitung dalam radius 3 km akan terjangkit penyakit tersebut sebanyak 9 orang perharinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.