James Bantah Ada Lintah dan Kutu di Danau Toba

0
837

SIMANTAB.COM, Parapat – Adanya berita yang menyatakan bahwa di Danau Toba terdapat lintah dan kutu membuat Camat Parapat, James Siahaan angkat bicara. dilansir www.tribun-medan.com, Sabtu (18/2/2017) melalui selularnya ia mengatakan kalau hal itu tidak benar adanya.

James berani mengeluarkan argumen seperti itu karena dirinya sudah mengecek langsung dan bertanya kepada pengelola Danau Toba.

James juga sudah datang ke rumah sakit Parapat yang katanya ada korban bernama Mangasi yang terkena kutu saat berada di Danau Toba. “Setelah membaca berita dari online tribun medan, saya langsung mengecek ke rumah sakit, langsung ke IGD dan menanyakan tentang pasien tersebut. Pihak rumah sakit mengatakan tidak ada pasien yang di rawat dan datang ke sini karena terkena lintah dan kutu saat berenang di danau toba,”katanya.

Ia juga sangat menyayangkan berita yang menurunkan citra danau toba di mata para wisatawan. “Jelas saja berita itu membuat keindahan danau toba menjadi tercoreng. Karena kabar tersebut tidak benar adanya,”ujarnya.

Pihaknya menyatakan kalaulah memang ada orang yang menjadi korban lintah dan kutu saat berada di danau toba, aturan jangan hanya batu dan lintahnya saja yang difoto. “Korbannya juga harus difoto. Ini, tidak ada korban yang difoto. Kalau nama Mangasi, di sini banyak nama Mangasi,”katanya.

Untuk memastikan Mangasi sebagai korban lintah dan kutu di danau toba, James Siahaan juga mendatangi Puskesmas Parapat dan menayakan langsung kepada Kepala Puskesmas.

“Kepala Puskesmas berkomentar kalau dalam seminggu ini, tidak ada pasien yang masuk karena digigit lintah dan kena kutu di danau toba,”ujarnya.

Nah, dari situ, kata James, sudah kelihatan kalau berita itu tidak benar adanya. “Berita ini sama saja merusak mata pencaharian warga yang berada di seputaran danau toba. Kalau memang benar adanya, aturan korban juga difoto, bukan hanya batu saja yang difoto,”ujarnya.

Pihaknya juga sempat berbincang dengan pengelola wisata di danau toba, dan mempertanyakan bahwa adanya korban karena ada lintah dan kutu di danau toba.

“Mereka bilang tidak ada. Nah, jadi bisa saya simpulkan kalau lintah dan kutu tidak ada di danau toba. Pihak pengelola wisata juga mengatakan kalau jumlah kunjungan wisatawan ke danau toba tidak berdampak atas pemberitaan adanya lintah dan kutu,”katanya.

Ditanya apakah ada barisan sakit hati yang sengaja membuat berita lintah dan kutu ini untuk menjelekkan citra danau toba? James dari sambungan selularnya langsung mengatakan pihaknya tidak berpikir negatif sampai ke arah situ.

“Yang jelas, tidak ada lintah dan kutu di danau toba. Buktinya, mengenai korban sudah saya konfirmasi langsung ke pihak rumah sakit dan puskesmas. Mereka tidak ada menerima pasien bernama Mangasi dalam seminggu belakangan ini,” terangnya.

Karena, sambungnya, banyak yang merasa tersakiti dengan adanya berita tersebut, salah satunya masyarakat yang berada di sekeliling danau toba. (SN-09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.