Bantu Penyidik Polres Tapsel, Wartawan Simantab Wilayah Paluta Diminta Keterangan Cyber Polda

0
63

SIMANTAB.COM,Paluta-Dua wartawan dari dua perusahaan media Metro.Online.Co dan Perusahaan Media Simantab.com reporter wilayah Kabupaten Padang lawas utara (Paluta) yang selama ini menjadi salah satu mitra pers Polres tapanuli selatan (Tapsel) di mintai keterangan oleh  unit Cyber Reskrimsus Polda Sumatera utara (Sumut).

Permintaan keterangan terhadap dua wartawan atas nama Febri M.M.M dan Baginda Harahap tersebut atas permintaan surat klarifikasi yang dilayangkan oleh Unit Cyber Reskrimsus Polda Sumut beberapa minggu yang lalu.

Sedangkan perihal permintaan keterangan terhadap kedua wartawan tersebut di ketahui atas pengaduan masyarakat (Dumas) ke Unit Cyber Reskrimsus Polda Sumut Nomor : 94/LO-AGP/XII/2018 Tertanggal  19 desember 2018 terkait penyidikan adanya dugaan tindak pidana setiap orang dilarang melakukan kegiatan penyadapan atas informasi yang disalurkan melalui jaringan telekomunikasi dalam bentuk apapun sesuai pasal 40 Yo Pasal 56 UU RI Nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi.

Dari keterangan wartawan media Simantab.com Febri MMM usai menjalani interogasi permintaan keterangan selama kurang lebih 3 jam oleh penyidik bermarga Nababan di unit Cyber Reskrimsus Polda Sumut,Dumas tersebut di duganya atas pengaduan dari salah satu narasumber pemberitaan dan juga salah salah satu  saksi  pada  kasus pelecehan anak sesama jenis oknum PNS di lingkungan Pemkab  Paluta, dimana proses perkaranya saat ini masih berlangsung di Pengadilan Negeri Padang sidempuan.

Febri mengatakan, dirinya mengakui telah melakukan perekaman dokumentasi wawancara terhadap narasumber Erwin Harahap untuk kepentingan pemberitaan dan juga sebelum melakukan perekaman atas seizin narasumber.

“Saya juga  tidak menyebar luaskannya,saya hanya memberikannya kepada rekan saya  Baginda Harahap dikarenakan adanya permintaan dari  Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Ismawansah Via Whats App waktu itu, dan kemudian  Rekan saya meneruskan ke nomor WA bapak AKP Ismawansah.Dengan niat untuk membantu proses penyidikan mitra kami di Polres Tapsel”jelas Febri.

Dikatakan Febri,dirinya bersama rekannya mengetahui dokumentasi tersebut dijadikan sebagai alat bukti pada kasus pelecehan anak sesama jenis tersangka AKH salah satu oknum PNS Pemkab Paluta setelah  menerima surat klarifikasi dari Unit Cyber riskrimsus  Polda Sumut.

“Dan itu juga termasuk saya jelaskan kepada penyidik di Unit Reskrimsus Polda Sumut bermarga Nababan semalam,jika itupun ditingkatkan menjadi penyelidikan,saya yakin seluruh wartawan Indonesia sebagai salah satu mitra Polisi  yang baik akan merasa terciderai.Terlebih bagi rekan-rekan wartawan dari berbagai media yang memiliki hubungan baik dengan kepolisian di Polres Tapsel”ungkap Febri dengan kecewa,Selasa(22/1/2019).

Merasa terzdolimi atas tidakan profesinya sebagai wartawan,Febri di dampingi kuasa hukumnya Banua Sanjaya Hasibuan,SH,M.H. & Partner mengaku juga telah melakukan Pengaduan balik terhadap pengaduan masyarakat tersebut dengan dugaan atas keterangan Palsu.

Selain itu Febri juga merasa ada yang aneh tentang cara pengiriman surat dari Unit Rekrimsus Polda Sumut kerumahnya,katanya bukan pihak kepolisian terdekat yang menyampaikan  yaitu Polsek Padang bolak, akan tetapi yang menyampaikan surat itu adalah orang yang tidak dikenalnya yang diduganya adalah saudara laki-laki kandung tersangka AKH.

Yang disesalkan Febri lagi,saat oknum yang tak dikenalnya tersebut memberikan surat dari Unit Cyber Reskrimsus Polda Sumut kepada kepala desanya,juga menyampaikan pesan yang sempat mengkhawatirkan istri dan keluarga besarnya.

“Semua serba aneh mulai dari proses pengirman surat kepada dua klien saya,seharusnya mereka mendapat penghargaan atas kinerja mereka membantu pihak kepolisian.wartawan itu adalah pekerjaan yang mulia gak boleh diperlakukan  seperti itu”ungkap Kuasa hukumnya Banua Sanjaya Hasibuan,SH,M.H.

Sementara itu,Tanggapan dari persatuan Wartawan Jurnalis Online Indonesia (JOIN) melalui sekretaris JOIN David Jonson Sibarani SH mengatakan,sangat kecewa atas kejadian perlakuan terhadap dua wartawan online tersebut,terkait itu dirinya bersama pengurus JOIN lainnya berencana akan melakukan  koordinasi dengan Kapolda Sumatera utara.(Red/feb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.