Belum Tangkap Andi Lala,  Kisah Berdarah Mabar Belum Tuntas

0
452

SIMANTAB.COM, Medan – Polda Sumut mengakui kesulitan menangkap otak pelaku pembunuhan sekeluarga di Jalan Mangaan, Gang Benteng, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Andi Lala (34).

“Waktu kita menyergap tersangka Roni dan Andi Syahputra, Andi Lala sudah kabur,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, kemarin.

Nainggolan yakin dan tetap optimis tim gabungan kepolisian akan berhasil meringkus Andi Lala yang sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Apalagi, foto DPO Andi Lala sudah disebar hingga ke pemukiman warga. Kerjasama dengan Polda tetangga dan lintas instansi terkait serta sektoral sudah berjalan.

Foto DPO Andi Lala dipajangkan di tempat keramaian, seperti bandara, stasiun, terminal bus, pelabuhan dan tempat keramaian lainnya. Harapannya, masyarakat segera menginformasikan ke petugas terdekat jika melihat atau mengetahui keberadaan Andi Lala.

Polisi mengimbau kepada Andi Lala lebih baik menyerahkan diri, sebelum tim gabungan bertindak tegas. Sebab, dua tersangka lainnya, Roni (21) dan Adi (27) kedua kaki keponakan (anak abang) Andi Lala tersebut tertembus timah panas petugas.

“Kita imbau dia (Andi Lala) segera menyerahkan diri, sebelum diambil tindakan tegas,” ujar Nainggolan.

Penangkapan terhadap Andi Lala wajib dan harus dilakukan pihaknya agar kasusnya terungkap secara utuh dan sesuai dengan penyidikan. Kepolisian merasa tertekan, karena media setiap saat menanyakan up date (perkembangan) pengungkapan kasus pembunuhan sadis tersebut.
” Cobalah, setengah tujuh pagi (06.30 WIB) saya sudah ditelpon rekan media, mempertanyakan perkemabangan kasusnya. Mereka pikir, lebih pentingnya media dari pada kepolisian untuk menangkap tersangka. Menangkap penjahat sudah tugas kita, dan itu pasti akan diekspos kalau sudah jelas,” imbuhnya.

Nainggolan meyakini Andi Lala sudah tidak berada di kabupaten/kota terdekat. Namun, Nainggolan tidak mau berandai-andai. Dia hanya mengomentari gencarnya pemberitaan soal Andi Lala membuat DPO tersebut semakin sulit ditangkap.

Dia memahami perusahaan media massa selalu bersaing untuk menyajikan pemberitaan yang tercepat dan akurat.

“Belum tahu kita apakah sudah ke luar Sumut. Kalau dia masih di sini (Medan-Deliserdang), pasti sudah ditangkap. Yang jelas, kita sudah berkoordinasi dengan Polda tetangga dan jajaran lainnya. Terus diberitakan, makin jauhlah dia,” tukasnya. (RL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.