Berniat Ambil Buah Durian Bersama Delapan Temannya, Warga Aek Nabara Meninggal Dunia

0
4991

SIMANTAB. COM, Labuhanbatu – Muhammad Iqbal (13) Warga dusun Cinta Makmur, Desa Perbaugan, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, meninggal dunia karena terjatuh dari pohon saat ingin mengambil buah durian bersama delapan temannya. Tepatnya di perladangan samping Perumnas Wing Food, Kampung P3RSU, Desa Perbaungan pada Minggu (22/7/2018) sekira pukul 02.30 Wib.

Mulanya peristiwa itu, korban bersama delapan temanya, Waldan,  Andi, Ragil, Aldi, Dedi, Resno, Alfin dan Fian berkumpul di Base camp (rumah tinggal) di Jln.Ponceb Desa Perbaungan kecamatab Bilah Hulu, kabupaten Labuhanbatu, merencanakan untuk mengambil buah durian milik Budi (masih ada hubungan keluarga degan korban) yang ada di ladang Perkebunan Perumnas Queen Food Kampung P3RSU.

Pada Pukul 02.15 WIB, korban dan 6 orang temannya tiba di lokasi dan 2 orang lainnya Alfin dan Fian menyusul tiba di lokasi, pada saat tiba di pohon durian sudah tersedia tangga dan yang pertama memanjat untuk mengambil durian adalah Waldan dan dibantu Muhammad Iqbal Arisandi sambil membawa senter untuk menerangi atau melihat buah durian pada pokok pohon ternyata durian tersebut ada.

Kemudian galah (kayu) tidak sampai menyentuh durian, akhirnya teman yang berada dibawah menyuruh Waldan dan Muhammad Iqbal turun dari pohon durian, dimana posisi Waldan sedang berdiri dicabang pohon/ranting, dan Muhammad Iqbal Arisandi juga berdiri pada cabang dahan/ranting yang berbeda,ternyata cabang dahan ranting pohon yg dipijat Muhammad Iqbal patah hingga terjatuh kebawah tanah yang menyebabkan Muhammad Iqbal bengkak didaerah mata sebelah kiri dan keluar darah dari telinga serta tidak dalam keadaan sadar.

“Atas terjatuhnya korban teman-temannya membawa kerumah sakit perkebunan, kaki kanan dan kiri luka terdapat seret,setelah dilakukan perawatan namun nyawa korban tidak dapat terselamatkan, “Kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang melalui Humas Polres AKP Viktor,Minggu (22/7/2018).

Atas peristiwa itu, lanjut Viktor, Polsek Bilah hulu melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP)  dan introgasi terhadap delapan rekan korban.

“Dari kesimpulan oleh Dokter Rumah Sakit perkebunan PTPN III Aek Nabara degan kesimpulan terhadap korban dalam keadaan tidak sadar, bengkak didaerah mata sebelah kiri dan keluar darah dari telinga serta luka seret dijari jari kaki kiri dan kanan dan tidak ada tanda kekerasan pada korban,”Bilang Viktor.

Masih kata Viktor, dari peristiwa itu keluraga korban menolak untuk dilakukannya Autopsi degan membuat surat pernyataan yang diwakili oleh paman korban.

“Paman korban atas nama Soigaye Sembiring yang menandatangani diatas materai degan disaksikan kepala desa perbaungan dan selanjutnya keluarga melakukan persiapan untuk memakamkan korban,”Pungkas Viktor. (Abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.