Bripka B Iskandar Tembak Kepalanya Sendiri dengan Laras Panjang, ini Diduga Penyebabnya

0
294

SIMANTAB.COM – Bripka B Iskandar nekad mengakhiri hidupnya dengan cara menembak kepalanya sendiri dengan menggunakan senjata laras panjang (SV2, red) yang merupakan inventaris milik Polsek Samatiga, Polres Aceh Barat, Provinsi Aceh, Selasa (17/04/2018) sore.

Hingga kini, motif bunuh diri yang dilakukan Kasium Polsek Samatiga ini diduga karena hutang dan pihak kepolisian dari Polsek Samatiga masih melakukan penyelidikan.

Hari itu, sekira pukul 15.00 WIB pelaku mengambil senjata api inventaris milik kepolisian dan hal tersebut sempat diketahui oleh Bripka Seni Kentara dan Bripka Fikrizal yang saat itu sedang pikit, pelaku mengatakan kepada Bripka Seni bahwa ia diperintahkan Kapolsek untuk mengambil senjata api untuk pengamanan pengambilan berkas di Bank BRI. “Saya diperintah Kapolsek mengambil senpi untuk mengambil dokumen PAM Bank BRI,”ungkap korban kepada Bripa Seni saat itu,  selanjutnya sampai dengan pukul 18.00 WIB, senpi inventaris Polsek tersebut belum dikembalikan.

Kemudian, Kanit Reskrim merasa curiga karena Senpi Inventaris Polsek belum dikembalikan korban, hingga melaporkan hal tersebut ke Kapolsek Samatiga, selanjutnya dipimpin oleh Kapolsek dengan membawa 3 orang personil Polsek mencari korban ke rumahnmya di  Gp Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, tepatnya di belakang Kantor Camat Samatiga, namun menurut keterangan mertua dan istri korban, bahwa korban ada pulang kerumah sekira pukul 13.00 WIB selanjutnya pergi dan belum kembali sampai sore itu.

Lalu,polisi melakukan koordinasi dengan Waka Polres untuk melaporkan masalah tersebut. Sekira pukul 20.00 WIB, mertua korban menelpon Kanit Reskrim Polsek Samatiga dan mengatakan korban telah ditemukan dalam keadaan luka berat karena telah menembak dirinya sendiri di gubuk di perladangan milik keluarga mereka.

Menurut keterangan mertua korban setelah Kapolsek kerumah korban, mertua korban pergi ke kebun mencari korban dan menemukan korban berada di dalam gubuk dalam keadaan pintu gubuk terkunci dari dalam, selanjutnya mertua korban memanggil korban. “Is, is, ini bapak buka pintu,” bersamaan dengan hal tersebut mertua korban mendengar suara letusan senpi, kemudian mertua korban memanggil nama korban namun tidak dibuka pintu lalu mertua korban mendobrak pintu belakang dan melihat korban dalam posisi terlentang kepala mengeluarkan banyak darah dan posisi senjata disamping korban dengan arah posisi laras mengarah ke kepalanya.

Korban akhirnya meninggal dunia akibat luka tembak di bagian kepalanya, tak lama setelah kejadian itu pihak Polsek Samatiga bersama tim identifikasi Polres Aceh Barat tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah TKP, kemudian jenazah korban dibawa ke RSU CDM untuk keperluan visum. Menurut keterangan saksi-saksi selama ini korban telah terlilit hutang dan sebelumnya pada tahun 2011 korban juga sudah mencoba bunuh diri namun gagal. (Sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.