Data Sementara, 26 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa 6,5 SR

0
223
Salah satu korban tewas yang tertimpah runtuhan bangunan akibat gempa bumi 6,5 SR.

SIMANTAB.COM – Akibat gempa bumi yang terjadi di Pidie Jaya, Provinsi Aceh pada Rabu (07/12/2016) pagi sebanyak 26 orang telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR. Gempa 6,5 SR itu juga merusak puluhan bangunan.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengatakan, “Hingga pukul 11.00 WIB, Tim SAR telah menemukan 26 korban tewas dan 26 orang luka berat. Korban dirujuk ke RSUD Pidie Jaya dan puskesmas,” ujarnya seperti yang dilansir TribunMedan.com.

Dia menjelaskan, operasi pencarian dan penyelamatan korban jiwa masih terus dilakukan tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat.

“Data sementara yang berhasil dihimpun di Kabupaten Pidie Jaya terdapat 72 unit ruko roboh, beberapa tiang listrik roboh, beberapa ruas jalan rusak, 15 unit rumah rusak berat, 5 unit masjid roboh, 1 unit gedung STAI AL-Azziziyah roboh, dan 1 unit bangunan toko roboh. Sedangkan di Kabupaten Bireuen terdapat 2 unit rumah roboh dan 1 unit masjid roboh,” katanya.

Selain itu, kata dia, Kepala BNPB bersama pejabat dari BNPB, Kementerian PU Pera, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan dan Tagana dalam perjalanan menuju Pidie Jaya.

#Gempa Disebabkan Patahan Lokal

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Drs Morc Riyadi, M.Si mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pukul 05.03.36 WIB dengan kekuatan M=6,5. Pusat gempa bumi terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 KM arah Tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 KM.

Hasil analisis peta tingkat guncangan menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat terjadi di Daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh pada skala intensitas III SIG-BMKG (VI MMI). Seluruh wilayah ini diperkirakan berpotensi mengalami dampak gempa bumi berupa kerusakan ringan seperti retak dinding dan atap rumah bergeser. Ini sesuai laporan sementara dari zona gempa bumi bahwa gempa bumi ini memang menimbulkan kerusakan di berbagai tempat.

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar (patahan, red) lokal. Ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempa bumi Pidie Jaya dibangkitkan oleh aktivitas sesar mendatar (strike-slip fault). Dugaan kuat sesar aktif yang menjadi pembangkit gempa bumi ini adalah Sesar Samalanga-Sipopok Fault yang jalur sesarnya berarah Barat Daya-Timur Laut. (Sn-09/Int)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.