Desain dan Eksperimen Alat Pemurni Gas Metana (CH4 ) Dengan Menggunakan Zeolit

0
227

Oleh : Safril ST, MT

Pada Pemurnian gas metana dari reaktor digester yang telah gagal akan menjadi solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan yang akan dihadapi dalam penyelesain eksperimen alat pemurni gas metana.

Didalam komponen biogas mengadung unsur-unsur yang tidak bermanfaat untuk pembakaran atau fermetasi khususnya H2O dan H2S. H2S dapat ditangkap atau dimurnikan dengan menggunakan karbon aktif, yang sering tertutup dengan KI atau asam sulfat (H2SO4) yang hasilnya dapat meningkatkan laju reaksi (Ryckebosch, E. Et.al., 2008). Dalam filter biologis H2S secara katalitik dikonversi untuk unsur sulfur dan air pada saat biogas dikonversi menjadi energi listrik, maka kedua unsur tersebut secara praktis perlu dibersihkan.
Pada kandungan gas atau zat lain dalam biogas seperti air, karbon dioksida, dan asam sulfat H2S, merupakan polutan yang dapat mengurangi kadar panas dalam proses fermentase biogas, bahkan dapat menyebabkan karat yang merusak reaktor. Ada banyak cara pemurnian biogas diantaranya Physical Absorption (pemasangan water trap di pipa biogas), chemical absorption, pemisah membrane permiabel, hingga penyemprotan air atau oksigen untuk mengikat senyawa sulfur atau karbon dioksida. Namun, pada eksperimen kali ini yang dilakukan oleh Safril,ST.,MT mendesain alat pemurnian gas metana yaitu dengan desain filterisasi dimana pemurnian gas metan menggunakan bahan dasar seperti pasir silika, arang dan zeolit.

Gambar komponen desain pemurni gas metana (CH4 )
Pasir silika berfungsi sebagai penyerap lumpur yang terangkat bersama gas metana, selanjutnya dilakukan pemurnian secara optimal dengan menggunakan pasir zeolit yang dapat menyerap H2O dengan mempertahankan kondisi lembab, material yang digunakan adalah arang, dimana arang juga dapat berfungsi untuk menyerap H2S. Gas H2S yang berpotensi menyebabkan karat pada komponen mesin/biodigester harus dapat diserap melalui peralatan penyaring/filter sulfur yang sudah didesain sebelumnya dengan tujuan dari pemurnian biogas terhadap H2S adalah sebagai berikut :
Sebagai pencegah korosi pada mesin konversi energi
Untuk menghindari adanya unsur H2S (maksimum yang diperbolehkan ditempat kerja adalah 5 ppm)
Sebagai pencegah kandungan sulfur dalam biogas, yang jika terbakar menjadi SO2 yang lebih beracun dari H2S
Untuk dapat mengurangi SO2 yang terbawa oleh gas buang biogas menyebabkan turunnya titik embun gas seteah melewati alat pemurni
Meminimalisasi terbentuknya H2SO4 yang bersifat sangat korosif

Melalui desain dan eksperimen alat pemurni gas meratana pada biogas yang dilakukan oleh safril,ST, MT menghasilkan beberapa kesimpulan yang dihasilkan yaitu terciptanya tujuan yang telah diharapkan sebelumnya. Dan untuk selanjutnya disarankan untuk peneliti dalam pemurni gas metana harus memperhatikan posisi letak tabung pemurni dikarenakan gas metana lebih ringan dari gas LPG, berkisar lebih ringan 20 kg dari gas LPG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.