Dijemput Sat Narkoba  Dalam Keadaan Hidup, HR Pulang Tidak Bernyawa

0
1163

Labuhanbatu – Seorang pria diduga tewas setelah tiga jam ditangkap pihak Personil Satres Narkoba Polres Labuhanbatu, Sabtu (6/10/2018) sekira jam 01.30 wib.

Ditengarai, korban Suheri alias Eri Lantong (43) mengalami lebam di sekujur tubuhnya pasca penangkapannya, Jumat (5/10/2018) sekitar pukul 22.00 wib di lingkungan Paindoan, Kelurahan Rantauprapat, Labuhanbatu.

Korban ketika itu ditangkap bersama rekannya berinisial Gunawan karena dugaan keterlibatan peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Keduanya ditangkap di sebuah rumah di kawasan Paindoan Rantauprapat.

Informasi diperoleh, korban ketika digelandang ke Mapolres Labuhanbatu menggunakan mobil pihak Kepolisian dalam kondisi sehat. Bahkan penangkapan korban dan rekannya mengundang perhatian warga setempat. “Dia sebelumnya sehat. Dia juga sempat makan miso di warungku,” ungkap seorang warga.

Bahkan, para warga saat menyaksikan penangkapan juga menegaskan ke pihak Kepolisian agar tidak berlaku kasar terhadap keduanya. “Jangan ada yang main pukul,” papar warga ketika itu.

Tapi, sekira jam 01.30 wib, keluarga korban menerima kabar duka. Suheri ayah 4 anak ini, disinyalir korban dari keganasan pihak Polisi. “Kami mendapat kabar pakcik meninggal. Ayah saya menerima informasi itu,” ujar Keponakan korban Agustina.

Tubuh Lebam

Sementara itu, dari sejumlah poto yang beredar, terlihat kondisi tubuh korban penuh lebam. Pada bahu kiri korban membiru. Tengkuk hingga punggung korban memar. Bahkan, pada leher kiri korban terdapat lebam. Mirisnya, di kening korban terlihat bekas luka diduga tusukan paku.

“Kayak luka tertusuk paku kening korban,” aku Sitorus.

Saat pemandian jasad korban, menjadi perhatian warga yang ingin menyaksikan langsung kondisi tubuh korban. Dan mengabadikan poto dengan ponsel pintar.

“Banyak warga yang ingin nengok,” kata Sitorus.

Setelah dimandikan , korban menjalani proses proses fardhu kipayah disholatkan dan di makamkan di perkuburan muslim Paindoan.

Kepala Satuan (Kasat) Resnarkoba Polres Labuhanbatu AKP I Kadek Heri Cahyadi ketika dikonfirmasi Wartawan Sabtu (6/10/2018) diruang kerjanya membenarkan pihaknya ada menangkap 2 warga Paindoan tersangka dalam kasus Narkoba, namun satu diantaranya meninggal dunia.

Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Rantauprapat. Namun saat diperjalanan, nyawa korban tak terselamatkan dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara pihak RSUD Rantauprapat terkesan kurang terbuka dalam informasi kematian korban. Direktur RSUD Rantauprapat Safril Harahap didampingi Humas Doni P Simamora membenarkan korban diantar ke instalasi kamar mayat sekira jam 02.00 dini hari.

Tapi, keduanya tidak menjelaskan kondisi korban ketika sampai ke RSUD milik Pemkab Labuhanbatu itu. Dan, tidak memberikan hasil visum et repertum (Ver) dengan alasan tidak dilakukan visum. “Keluarga korban tidak meminta dilakukan visum,” ujar Doni.

Sedangkan jenazah korban dibawa menggunakan mobil jenazah milik RSUD Rantauprapat menuju rumah duka di jalan Paindoan Rantauprapat.(Abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.