Diperas Urusan Akte, 2 Staf Disdukcapil Tapteng ‘DiOTTkan’

0
225

SIMANTAB.COM, Tapteng – Unit Saber Pungli Polres Tapanuli Tengah (Tapteng), berhasil mengamankan IW, terduga pelaku pungutan liar (pungli) terhadap Piarlianus Halawa warga Desa Huraba, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. IW melakukan pungli dengan modus biaya pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran.

IW ditangkap unit Saber Pungli Polres Tapteng dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dirumahnya yang terletak di samping Kantor Kecamatan Tukka, Selasa (9/5/2017), saat Piarlianus Halawa menyerahkan uang sebesar Rp 500 Ribu.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting Mengatakan, Tertangkapnya IW dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), berawal dari kekesalan Piarlianus yang merasa diperas oleh IW. Bersama dengan kedua orangtuanya, Piarlianus melaporkan aksi pemerasan yang dialaminya ke Polres Tapanuli Tengah. Di pimpin Kasat Intelkam AKP Erwin Tito, Unit Saber Pungli Polres Tapteng langsung menyusun strategi untuk menangkap IW.

Didalam perjanjian awal, Piarlianus akan menyerahkan uang permintaan tersebut dikediaman IW. Kemudian pada saat penyerahan uang, unit Saber Pungli yang sebelumnya telah bersiap-siap diluar, langsung melakukan penangkapan kepada IW. Lanjut Kombes Rina.

Saat diinterogasi, IW mengatakan aksi pungli yang dilakukannya disuruh oleh LG, oknum pegawai honorer di Kantor Dinas Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah “Aku bukan agen. Aku hanya membantu dan disuruh oleh LG,” ucap Piarlianus.

Kicauan IW, membuat Kasat Reskrim Polres Tapteng, AKP Zulfikar SH dan Unit Saber Pungli bergerak mencari keberadaan LG. Setelah dihubungi melalui telepon seluler, LG berhasil digelandang ke Mapolres Tapteng pada saat setelah mengikuti kegiatan keagamaan.

Sesudah Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga siap, ternyata IW meminta imbalan sebesar Rp.500.000. IW juga menekankan uang sebesar Rp. 500.000 tersebut masih sebatas biaya kepengurusan berkas saja. Untuk uang capek masih belum termasuk.

Merasa tidak memiliki uang sebesar yang diminta, Piarlianus mencoba memberi uang terimakasih sebesar Rp 100 Ribu. Namun IW tidak menerimanya. Bahkan dengan bersungut-sungut, IW menyebutkan Piarlianus tidak pandai berterimakasih, sembari mengatakan sudah mendahulukan uangnya untuk kepengurusan berkas tersebut ke Dinas Capil.

“Kalau gak ada uang kalian mana bisa berkas ini dibawa. Aku sudah mendahulukan uang ku ke Capil. Masa kalian kayak gitu,” kata Piarlianus menirukan ucapan IW. (DK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.