Disperindag Paluta Gelar Sosialisasi Ketertiban Pasar

0
13

SIMANTAB.COM,Paluta-Dinas Perdagangan dan Prindustrian Kabupaten Padang Lawas Utara (Disperindag Paluta) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi ketertiban pasar  di aula cafe keluarga,Jalan lintas Gunungtua – Padangsidimpuan Km 2 Rabu,( 21/11/2018 ).

Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Kepala Disperindag Paluta Hamdan Sukri Siregar S.Sos,MM melalui Sekretaris Disperindag Paluta Gindo Rambe S.Sos.

Dalam sambutannya dihadapan puluhan peserta yang umumnya adalah pedagang pasar gunung tua ,Gindo Rambe S.Sos mengatakan pihaknya bersama beberapa instansi terkait hanya melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada para pedagang Pasar khususnya di Pasar Gunungtua yang merupakan ibu kota pemeritahan Kabupaten Paluta.

Selain itu,Gindo Rambe  juga mengajak semua elemen masyarakat Paluta terutama para pedagang untuk bersama-sama serta saling bahu membahu dalam membangun Paluta kedepannya,dengan harapan  agar terciptanya keindahan dan ketertiban kawasan pasar yang bersih dan tertata rapi.

“Sehingga nantinya tercipta pasar kita yang indah dan sedap di pandang mata serta seiring dengan berbagai penerapan berbagai program program pembangunan pasar yang dicanangkan oleh pemerintah” ungkap Gindo.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Dinas Perhubungan Paluta Ridwan E Daulay SSTP yang di wakili Saddam Husein Harahap,ST.Kasat Pol PP Yusuf MD Hasibuan MAp, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mara Hammid Harahap SP di wakili Kabid Pengendalian Lingkungan Hamdan Al Muzahid.

Kasat Pol PP Paluta Yusuf MD Hasibuan MAp yang berperan sebagai nara sumber mengatakan, sosialisasi yang dilakukan bersama instansi tersebut sebagai salah satu upaya penertiban para pedagang dikawasan pasar,khususnya di pasar Gunung tua sebagai pusat ibu kota Kabupaten. sehingga katanya tercipta kerapian serta kebersihan kota yang merupakan pusat kota Kabupaten Paluta.

Dalam kesempatan itu Yusuf juga menambahkan  pembenahan pasar Gunungtua akan terus dilakukan secara bertahap dikarenakan selama ini pasar masih terkesan amburadul.

“Artinya, ada fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah, tetapi tidak dimamfaatkan secara maksimal oleh pedagang. Malah dijadikan gudang penyimpanan barang, bahkan pedagang kembali berjualan ditempat yang tidak dibenarkan” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Paluta  Ridwan E Daulay SSTP MM melalui Kasi Traek Saddam Husein,ST yang juga sebagai narasumber memaparkan tentang fasilitas parkir di areal Pasar tradisional khususnya di pasar Gunungtua sebagai Ibukota Kabupaten.

Dikatakannya, dalam ketentuan umum tentang pengertian parkir artinya dalam kawasan parkir atau areal yang memamfaatkan badan jalan sebagai fasilitas parkir dan terdapat pengendalian parkir melalui pintu masuk pasar, atau satuan ruang parkir ( SRP ) dan ukuran luas efektif untuk meletakkan kenderaan ( mopen, bus/truk dan sepeda motor ) termasuk ruang bebas dan lebar buka pintu. ujar saddam.

“Adapun jenis fasilitas parkir dan penempatannya termasuk parkir di badan jalan ( on street parking) pada tepi jalan tanpa pengendalian parkir, atau parkir diluar badan jalan ( of street parking ) fasilitasi parkir untuk umum, tempat yang berupa gedung parkir atau taman parkir untuk umum yang diusahakan sebagai kegiatan tersendiri” kata Saddam.

Saddam juga berpesan kepada para pedagang kaki lima agar jangan memakan bahu jalan saat berjualan untuk meminimalisir terjadi kemacetan.

“Walaupun macet tapi tidak terlalu macet, kalau pedagang kembali berjualan di tempat yang disediakan jangan memakan bahu jalan seperti ini,” katanya.

Dirinyajuga berharap agar pedagang kaki lima yang masih berjualan di bahu jalan agar memundurkan lapak dagangannya. (febri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.