Ditanya Kasus Dugaan Suap, Kadis BP2KB Labuhanbatu Sebut Itu Kebutuhan

0
683

Labuhanbatu – Isu yang menerpa Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (BP2KB) yang dipimpin Lidia Wati Harahap dengan memasukkan tenaga kontrak sebanyak 16 orang Pada bulan10 tahun 2017 yang gajinya ditampung P-APBD sebesar Rp.1.100,000 dan dugaan untuk masuk tenaga kontrak itu harus membayar 45 juta perorang, berhasil dikonfirmasi simantab.com ke kepala dinas BP2KB Labuhanbatu.

Uniknya, kepala Dinas BP2KB Lidia Harahap dikonfirmasi atas dugaan suap itu malah mengatakan sesuai kebutuhan.

” Sesuai kebutuhan kita sbg tenaga lapangan KB. Peruntukannya di daerah pantai krn PNS sangat minim disana. Maaf say lagi di jalan menuju medan ,” balas Lidia ketika dikonfirmasi Simantab.com, melalui layanan Short Messages Service (SMS) (23/11/2017).

Sebelumnya, kepada Simantab.com sumber yang layak dipercaya menyebutkan, dari 16 orang tenaga kontrak yang masuk di kantor itu, perorangnya harus merogoh kocek sebesar 45 juta baru bisa kerja di kantor tersebut.

Ironisnya lagi, dalam penerimaan tenaga kontrak itu di bulan 10 tahun 2017,gajinya ditampung P-APBD hanya sebesar Rp.1.100,000.

“Begitulah bang, kabarnya, ada beberapa kecamatan yang ditempatkan tenaga kontrak itu,seperti Panai hulu,Panai hilir,Panai tengah,rantau Selatan,rantau Utara,”Sebut Sumber itu.(Abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.