Door..! Satres Narkoba Polres Simalungun Tembak Kaki Pengedar Sabu

0
433

Simalungun – Anggota Satres Narkoba Polres Simalungun menembak seorang pengedar narkotika
jenis sabu karena melawan dan berusaha kabur ketika akan diamankan pada Kamis,8 Maret 2018 pukul 17.00 wib.

Boedi Hadi Sucipto (44) alias Budi Mageng ditembak di dekat rumahnya di jalan Karya Bakti Perdagangan,kecamatan Bandar ,kabupaten Simalungun ketika diinterogasi petugas perihal keberadaan pria berinisial K ,seorang pengedar sabu tempat Budi Mageng memperoleh sabu untuk diedarkan.

Sebelumnya Budi Mageng ditangkap sedang bersembunyi dibalik lemari didalam kamar rumahnya atas informasi dari masyrakat bahwa di jalan Karya Bakti ,kelurahan Perdagangan,kabupaten Simalungun sering terjadi transaksi narkoba dan saat di geledahan yang disaksikan oleh Kepling setempat.ditemukan barang bukti berupa 12 bungkus plastik klip kecil berisi sabu,1 buah alat hisab sabu ( bong) dan 1 batang rokok bekas / sisa bakar yang dicampur dengan ganja.

Budi Mageng mengaku bahwa sabu tersebut diperoleh dari seseorang berinisial K yang keberadaannya tak jauh dari rumahnya.

Petugas dan tersangka pun bergerak kelokasi tempat keberadaan K tetapi K tidak berhasil ditemukan.

Saat personil satres Narkoba Polres Simalungun kembali menginterogasi Budi tentang keberadaan K, Budi Mageng melakukan perlawanan terhadap petugas dan berusaha kabur.

Petugas melakukan tembakan peringatan keatas sebanyak 2 kali namun Budi tidak menghiraukan sehingga,petugas melakukan tindakan tegas tembakan secara terukur dan mengenai kaki sebelah kanannya dan petugas membawa Budi ke rumah sakit Djasamen Saragih di Pematangsiantar untuk dilakukan pengobatan.

Setelah dilakukan pengobatan,Budi Mageng serta barang bukti serta 1 unit handphone merk Samsung dan uang sebesar Rp.1000.000,- dibawa ke Mako satres narkoba Polres Simalungun guna diproses lebih lanjut.(D7).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.