Gadis Ini Ditemukan Membusuk di Sungai Aek Natas Labura

0
503

SIMANTAB.COM, Labura – Seorang gadis muda ditemukan tewas membisuk di Sungai Natas, Kabupaten Labura. Vita Fatimah boru Sinaga (19), jasadnya ditemukan di Sungai Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Rabu (2/11) sekitar pukul 17.45 WIB.

Dikutip dari metroasahan.com, Fatimah yang diketahui Warga Dusun II Desa Simonis, Kecamatan Aek Natas ini pertama kali ditemukan Amal Naibaho, seorang penjala ikan. Korban terakhir kali bertemu dengan orang tuanya, Jumat (28/10). Saat itu korban kepada orang tuanya menyebutkan niatnya pergi merantau namun orangtuanya melarang. Setelah itu, korban pergi ke luar rumah. Selama beberapa hari tidak pulang, orang tua korban menduga korban pergi ke rumah uwak (saudara tertua orangtua).

Selama beberapa hari tidak pulang ke rumah. Orang tuanya menduga korban pergi ke rumah uwaknya. Karena selama ini korban sering nginap di rumah uwaknya,” ujar Udin, salah seorang warga.

Pihak keluarga tidak bersedia melakukan otopsi karena merasa tidak ada yang mencurigakan ditemukan dari kematian korban. “Memang dia (Vita Fatimah Sinaga ) sudah terbiasa kalau  merajuk sering pergi dari rumah keluarga tepatnya ke rumah uwaknya. Jadi kami tidak merasa curiga atas kepergiannya. Kami tidak menyangka dirinya ditemukan seperti ini,” aku orang tua korban kepada petugas.

Kapolsek Aek Natas AKP Bilman Situmeang melalui Kanit Reskrim Ipda M Pasaribu menerangkan, korban pertama kali ditemukan penjala ikan, Amal Naibaho. Kemudian Amal melaporkan penemuan mayat tersebut ke Kepala Dusun 6 Desa Simonis Burhanudin Naibaho. Selanjutnya Burhanuddin melaporkan penemuan tersebut ke Polsek.
“Mayat ditemukan dengan kondisi busuk dengan posisi telungkup di tengah sungai tersangkut batu. Kemudian mayat dievakuasi dengan menggunakan senter karena hari sudah malam. Dengan bantuan warga, mayat kita evakuasi ke Puskesmas Simonis untuk divisum,” jelas Kanit.

Pihak kepolisian menyarankan kepada orang tuanya untuk dilakukan otopsi namun orang tuanya menolak dan membuat surat pernyataan tidak keberatan atas kematian anaknya yang ditandatangani orang tuanya dan kepala desa.

Saat ditemukan mayat memakai kemeja warna orange dan celana jins biru, jam tangan di tangan kiri dan gelang emas di tangan kanan. Korban ditemukan tewas di aliran Sungai Aek Natas Dusun VI Pulo Diski, Desa Simonis, sekitar 600 meter dari rumah orangtuanya.
”Menurut dokter yang melakukan visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Sedangkan ciri lain terdapat behel gigi, bekas operasi di bawah perut sebelah kanan. Berdasarkan ciri tersebut identitas korban diketahui,” ujar Pasaribu.

Dugaan Sementara Tergelincir dan Terbawa Arus Sungai.

“Dilihat dari barang-barang korban yang masih lengkap dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sementara korban diduga tergelincir dan terbawa arus,” ujar kanit.

Menurut keterangan Sekretaris Desa Simonis Saiful, mayat korban diketahui Sampurna Sinaga (45) yang merupakan orang tua korban dari bekas operasi yang terdapat di bawah perut dan barang yang ada di tubuh korban.

”Mayat korban ditemukan sudah busuk dengan posisi telungkup. Identitas korban diketahui dari bekas operasi usus buntu yang terdapat di perut dan barang yang ditemukan di tubuh korban,” ujar Syaiful.

Setelah ditemukan dengan kondisi membusuk jenajah Fatimah langsung disemayamkan dan malam itu dikebumikan di sekitar kampung tersebut. (SN-02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.