Gubernur Bayar 50 Juta Untuk Penembak Bandar Narkoba, Ini Kata Arman Depari

0
240

SIMANTAB.COM, Jakarta – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran berani membayar Rp 50 juta kepada petugas yang menembak mati bandar narkoba. Menurut Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, tak ada aturan seperti itu di lembaganya.

Menurut Arman, penegakkan hukum yang dilakukan BNN sesuai kaidah hukum yang ada dan menghormati hak asasi manusia. Hal tersebut disampaikan Arman di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Selasa (15/11/2016) malam, seperti dilansir detik.com

“Di program kita tidak ada yang seperti itu, yang jelas penegakkan hukum sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dan menghormati hak asasi manusia,” ujar Arman.

Sugianto mengaku apa yang dilakukannya terinspirasi dari Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Arman menyebut dirinya belum pernah mendengar ada program seperti itu.

“Saya enggak pernah dengar program seperti itu, di progam kita enggak ada yang seperti itu ya,” tutur Arman.

“Kenapa dia enggak jadi presiden saja kalau begitu, hehe,” ucap Arman berkelakar. ianto Sabran berani membayar Rp 50 juta kepada petugas yang menembak mati bandar narkoba. Menurut Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, tak ada aturan seperti itu di lembaganya. Arman, penegakkan hukum yang dilakukan BNN sesuai kaidah hukum yang ada dan menghormati hak asasi manusia. Hal tersebut disampaikan Arman di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Selasa (15/11/2016) malam.

“Di program kita tidak ada yang seperti itu, yang jelas penegakkan hukum sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dan menghormati hak asasi manusia,” ujar Arman.
Jakarta – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran berani membayar Rp 50 juta kepada petugas yang menembak mati bandar narkoba. Menurut Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, tak ada aturan seperti itu di lembaganya.

Menurut Arman, penegakkan hukum yang dilakukan BNN sesuai kaidah hukum yang ada dan menghormati hak asasi manusia. Hal tersebut disampaikan Arman di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Selasa (15/11/2016) malam.

“Di program kita tidak ada yang seperti itu, yang jelas penegakkan hukum sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dan menghormati hak asasi manusia,” ujar Arman.

Sugianto mengaku apa yang dilakukannya terinspirasi dari Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Arman menyebut dirinya belum pernah mendengar ada program seperti itu.

“Saya enggak pernah dengar program seperti itu, di progam kita enggak ada yang seperti itu ya,” tutur Arman.

“Kenapa dia enggak jadi presiden saja kalau begitu, hehe,” ucap Arman berkelakar.
Sugianto mengaku apa yang dilakukannya terinspirasi dari Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Arman menyebut dirinya belum pernah mendengar ada program seperti itu.

“Saya enggak pernah dengar program seperti itu, di progam kita enggak ada yang seperti itu ya,” tutur Arman.

“Kenapa dia enggak jadi presiden saja kalau begitu, hehe,” ucap Arman berkelakar. (SN-02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.