Gunung Malela Ditetapkan Sebagai Desa Adat Oleh Dirjen Kebudayaan

0
697

SIMANTAB.COM – Satu huta di kecamatan Gunung Malela ditetapkan sebagai salah satu desa Adat yang ada di Indonesia. Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid meresmikan tiga desa adat, salah satunya Gunung Malela di Kecamatan Gunung Malela, Simalungun. Masyarakat diharapkan bisa mengembangkannya sebagai objek wisata yang lebih layak.

Dilansir metrosiantar.com, peresemian desa adat itu dipusatkan di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Toba Samosir, Sabtu (11/2). Selain Huta Gunung Malela di Nagori Dolok  Malela, dua desa lainnya adalah Desa Adat Ragi Hotang Meat, Desa Adat Hutagaol Sihujur, Kecamatan Silaen, Toba Samosir (Tobasa).

Menurut Hilmar, pembangunan desa adat merupakan program prioritas nasional. Tujuannya, agar masyarakat terus bisa melestarikan adat dan kebudayaan yang mereka miliki. “Seperti kita ketahui sekarang, zaman cepat berubah, globalisasi segala macam. Sehingga kita perlu memberikan penjuru kepada masyarakat agar tidak melupakan akarnya. Revitalisasi ini tidak lain agar adat menjadi penjuru. Yakni pemberi arah perjalanan kita. Apapun yang datang dari luar, kita harus mampu hadapi, terima sesuai adat istiadat kita,” katanya.

Salah Satu Rumah Adat di Gunung Malela

Dia menambahkan, meski nantinya semakin banyak kunjungan wisata ke desa adat tersebut, diharapkan agar masyarakat tidak berubah.

“Saya berharap, kalau banyak tamu, kita tidak berubah. Tapi justru orang yang datang itu yang harus belajar tentang kita, sejarah, atau adat. Itu yang kita harapkan,” katanya.

Bangunan ciri khas Simalungun yang terdapat di Gunung Malela

Dijelaskan, revitalisasi desa adat ini dilakukan di berbagai daerah. Fokusnya pembangunan fisik rumah adat, karena dianggap masyarakat merasa berat jika membangun sendiri. Namun demikian, meski telah dibantu dalam pembangunan fisik rumah adat, pihaknya berharap program tersebut tidak berhenti sampai di situ. Namun diharapkan agar masyarakat tetap mengembangkan desa adat sebagai objek wisata yang lebih layak.

“Kegiatan-kegiatan adat juga bisa dilakukan di lokasi desa adat ini,” katanya.Hilmar juga mengimbau, para pemuda harus turut berperan melestarikan adat dan kebudayaan daerah itu.

Nisan makam Tuan Gunung Malela

“Saya arahkan kepada kalangan muda, anak-anak muda juga turut memperjuangkan adat budaya kita, bukan hanya kalangan sesepuh adat,” tandasnya. (SN-08)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.