Hampir Setahun CPO Marak di Labuhanbatu, Polisi Diminta Bertindak. Big Boss CPO : Biar Tahu Kalian Oknum Wartawan Pernah Kutampari di Sini

0
426

SIMANTAB. COM, Labuhanbatu – Hampir mencapai setahun lebih aksi kelompok orang yang disebut sebut sebagai mafia Crude Palm Oil (CPO) marak beraksi di jalan lintas Sumatera, Rantauprapat menuju pekanbaru. Tepatnya, di sisi titi kembar Bulu Cina Sigambal, Kabupaten Labuhanbatu.

“Sudah hampir setahun CPO itu beraksi bang, tapi terkesan tak tersentuh hukum, kiranya polisi dapat bertindak atas hal itu, bahkan kabarnya setiap truck tangki yang melintas terkesan dipaksa agar kencing di mafia CPO itu, “Kata FB salah seorang sumber Media ini, Senin (14/5/2018).

Katanya, dalam aksi ilegal itu kiranya Polisi dapat menertibkan aksi mafia itu, sebab, hampir mencapai setahun aksi mafia itu belum pernah tersentuh hukum.

“Kita harap ada tindakan dari penegak hukum atas aksi mafia tersebut. Jika tetap dibiarkan ada apa dengan semua ini?, “Tanya FB.

Sedangkan, seseorang bermarga Sinurat yang disebut-sebut big bos dari mafia tersebut saat dikonfirmasi Tim Simantab. Com mengatakan kalau dirinya tak pernah takut kalau ditangkap polisi. Sebab, menurutnya, kalau ingin berteman janfgan memakai gaya preman untuk menjumpainya.

“Aku tak suka foto-foto lokasiku ini, kalau mau berteman ayo, biar tahu saja kalian ya, belum lama ini, baru saja kutampari Oknum Wartawan dilokasiku ini, jadi aku ngak pernah takut sama siapapun. Apa ngak degar kalian rupanya baru kutampari oknum Wartawan disini berinesial SL, biar tahu kalian, “Ungkap Sinurat.

Sementara Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang melalui Kasat Reskrim AKP Tenku Fathir dikonfirmasi atas beroprasinya CPO tersebut mengatakan akan melidik hal tersebut.

Katanya, ntuk lidik dilakukan oleh tim penyelidik, apabila ada info lain bisa disampaikan agar dapat membantu proses lidik dilapangkan. (Abi). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.