Ini Kata Jumsadi Damanik Saat Diperiksa KPK Kemarin

0
121

SIMANTAB.COM, Medan – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara Jumsadi Damanik tidak menampik kabar pengumpulan dana, yang diberikan kepada mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, diduga untuk menyuap para anggota DPRD Sumut.

Meskipun enggan menyebut secara gamblang, Jumsadi tidak membantah saat dicecar mengenai ada tidaknya pengumpulan dana tersebut.
“Jadi, tadi saya ditanya tentang pengumpulan dana. Jawabannya sudah saya sampaikan ke penyidik. Penyidik saya tadi namanya HN Christian. Komandannya itu mungkin,” ujar Jumsadi, usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Markas Komando Brimob Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (27/6) sebagaimana diwartakan tribun.

Kemarin, KPK melanjutkan penyidikan kasus dugaan suap, yang melibatkan Gatot dan sejumlah mantan anggota dan anggota aktif DPRD Sumut. Ada 29 saksi yang diperiksa kemarin.
Mayoritas mereka merupakan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kepala biro Pemerintah Provinsi Sumut.

Beberapa di antaranya ada juga dari kalangan pengusaha dan kontraktor.
KPK sebelumnya telah menetapkan tujuh tersangka baru terkait kasus tersebut. Mereka adalah M Affan (PDIP), Budiman P Nadapdap (PDIP), Guntur Manurung (Demokrat), Zulkifli Effendi Siregar (Hanura), Zulkifli Husein (PAN), Parluhutan Siregar (PAN), dan Bustami HS (PPP).

Jumsadi mengaku ditanya delapan pertanyaan. Namun, ia menolak memberitahu materi pertanyaan yang diajukan penyidik kepadanya.

“Cuma melengkapi pertanyaan saat saya diperiksa di Jakarta dulu. Jadi, dengan ini saya sudah dua kali diperiksa. Rata-rata pertanyaan sudah saya jawab. Cuma menegaskan kembali. Tapi yang di sana (Jakarta) atas tersangka yang pimpinan dewan, kalau sekarang yang tujuh tadi,” kata pria yang saat ini bertugas sebagai Penjabat Wali Kota Pematangsiantar ini.
Apakah pengumpulan dana tersebut terpisah, untuk tersangka lama dengan tujuh tersangka terbaru, Jumsadi menolak memberitahu.
“Tadi kan sudah saya jawab. Kan sudah disampaikan sama penyidik,” katanya.
Bagaimana mekanisme pengumpulan dana dan pemberian suap kepada anggota DPRD, Jumsadi tetap enggan memberitahu.

“Enggaklah, nanti kan terbuka juga di persidangan,” ujarnya.

Berapa sumbangan dana dari SKPD yang ia pimpin, Jumsadi mengaku itu tidak kapasitasnya untuk menjawab.

“Itulah tadi, saya sudah sampaikan ke penyidik. Tanya penyidiklah,” katanya.

(SN-09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.