Ini Kronologis Penangkapan Mantan Anggota Polres Karo yang Ditembak Mati

0
309

SIMANTAB.COM, Asahan – Polres Asahan bersama Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat berhasil menggagalkan pengiriman sabu sebanyak 7 kilogram. Dalam penangkapan tersebut mantan anggota Polri tewas tertembak, Kamis (26/01/2017) sekira pukul 21.00 WIB.

Penangkapan berawal saat mendapatkan informasi mengenai pengiriman sabu sebanyak 7 kilogram, Polisi yang mendapatkan informasi itu langsung menghambat laju mobil Avanza BK 1083 IC yang akan melintas di depan Mako Polres Asahan, penghambatan itu langsung dipimpin Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsa Atmaja Sik.

Saat akan dihentikan,  mobil yang dikendarai mantan anggota Polres Karo Bagianta Tadius Bangun (32) tidak menghentikan laju kendaraannya hingga polisi mengambil langkah tindakan tegas.

Polisi menembak ke arah mobil dan timah panas polisi berhasil mengenai punggung dan tangan Bagianta hingga mobil berhenti.

Selanjutnya, polisi mengamankan seluruh penumpang dan menggeleda isi mobil. Dari dalam mobil polisi mendapati narkoba jenis sabu sebanyak 7 kilogram dan tiga penumpang lainnya yakni Aleksander (23) warga Jalan HM Joni No 11 A, Medan (luka tembak pada bahagian betis kaki sebelah kanan), Riski Ayu Lestari (21) warga Jalan Eka Rasmi, Gang Eka Delima, Kecamatan Medan Johor, Medan, dan Elvika (20) Jalan Sidomulio, Kelurahan Melur, Kecamatan Cempaka, Pekan Baru, Riau.

Sekira pukul 21.45 WIB, salah seorang tersangka Bagianta dibawa oleh Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Suhermawanto Sik guna  pengembangan kasus dan sekira pukul 02.00 WIB tersangka Bagianta meninggal dunia sewaktu dalam pengembangan akibat luka tembak pada bagian pungung belakang dan dada sebelah kanan hingga saat ini mayat tersangka masih berada di Rumah Sakit Umum Abdul Manan Simatupang.

Kepada Polisi, Elvika Siregar mengatakan sekira pukul 19.30 WIBmereka berangkat dari Hotel Suranta Tanjung Balai menuju Desa Sei Tempurung, 5 orang dengan mengenderai mobil Avanza warna Silver BK 1083 lC, sewaktu di Jalan Desa Sei Tempurung bertemu dengan seorang laki yang mengenderai sepedamotor yang tidak dikenalnya.

Lalu, Bagianta menyuruhnya mengambil 1 buah tas ransel warna abu-abu hitam dan selanjutnya tas tersebut diletakkan di lantai mobil, lalu Bagianta menyuruhnya mengambil 1 bungkusan kecil yang ada di dalam tas dan menyerahkannya kepada seorang laki-laki yang ada di dalam mobil.

Selanjutnya mereka berangkat mengantar orang tersebut keloket bus ALS di Simpang Kawat, setelah orang tersebut turun dari mobil kami melanjutkan perjalanan menuju Medan dan tertangkap di depan Mapolres Asahan. (Pr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.