Ini Motif Tragedi Pembunuhan di Tanjung Pura

0
756

SIMANTAB.COM, Medan – Pemaparan kasus pembunuhan warga tanjung pura, dipimpin langsung oleh Kapolres Langkat, AKBP Dede Rojudin didampingi Kasat Reskrim, AKP M Firdaus, Kapolsek Tanjung Pura, AKP Eriyanto Ginting, Kanit Pidum Iptu Zul Iskandar Ginting yang digelar pada hari Rabu (19/7/2017).

Adapun motif tersangka YWS membunuh Irdiansyah alias Dian (18) warga Dusun Mandailing, Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, karena dendam dan utang-piutang.
Berdasarkan pengakuan tersangka, kata Kapolres, Dian berutang kepada pelaku sebesar Rp1 juta. Tapi saat ditagih korban selalu mengelak dan bahkan berkata kasar. Akibatnya pelaku dendam dan sakit hati. Pengakuan tersangka YWS alias William, dia bersama dengan MI menghabisi korban, karena dendam dan sakit hati, gara-gara utang Rp1 juta belum dibayar korban, ujar Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin.
Kapolres menambahkan, kedua pelaku mengakui secara bersama-sama menghabisi korban dan kemudian menanamnya di areal perkebunan kelapa sawit Dusun Pangkal Pasar, Desa Pantai Cermin.
Dari pengakuan kedua pelaku saat diinterogasi, tewasnya Irdiansyah akibat menerima tujuh kali pukulan dari kayu di bagian kepala korban.
Berdasarkan pengakuan kedua pela¬ku, mereka menghabisi korban dengan menggunakan kayu. Kemudian menghantam kepala Dian sebanyak tujuh kali. Tersangka MI alias Irfan memukul dua kali, sedangkan YWI alias William memukul lima kali bagian kepala Dian.
Kapolres merinci, setelah mereka menghabisi korban, kemudian para pelaku mengubur korban di lokasi itu dan setelah itu membawa sepeda motor milik korban. Tersangka membunuh korban karena selalu dibohongi. Timbul niat tersangka untuk menghabisi Irdiansyah alis Dian. “Kita juga menyita barang bukti sepeda motor Yamaha Bixion BK-2302 PAD merah maron, cangkul, dua potong kayu, parang, tikar, sehelai kain, tiga HP masing-masing milik korban dan kedua pelaku dan satu tablet obat.”
Kronologis kejadian berawal, sambung Kapolres Langkat, Mei 2017, persisnya sebelum puasa. Korban saat itu mendatangi YW alias William meminjam uang Rp1 juta untuk membeli sabu dan ketika itu, Dian berjanji akan mengembalikannya setelah lebaran. Namun setelah empat kali ditagih sama tersangka, korban tidak juga mengemba¬likannya. Pada 28 Juni 2017 tersangka YW kembali ke Desa Batu Rongkam, Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Tanah Karo.
Kemudian pada 2 Juli 2017, tersangka kembali lagi ke Tanjung Pura bersama MI alias Irfan. Kemudian menghubungi korban untuk meminta uang dan Dian berjanji besoknya akan dibayar, namun tidak juga dibayar. Setelah itu pada tanggal 6 Juli, tersangka menghubungi korban untuk datang ke rumah andungnya, namun tidak juga membayarkan utangnya. Malah mengatakan sebentar lagi datang cewek mengantarkan sabu. Ditunggu-tunggu, cewek yang dijanjikan korban tak kunjung datang juga. Karena selalu dibohongi, timbul niat dari tersangka untuk menghabisi korban.
Pada Jumat (14/7) pukul 03.00 WIB, ketika Dian sedang tidur-tiduran, pelaku MI alias Irfan ke rumah neneknya untuk mengambil kayu broti lalu memukul bagian kepala belakang korban. Selanjutnya saat korban mengangkat kepalanya dan melawan sambil memegang kaki YW.
YW juga memukul kepala korban memakai kayu hingga Dian jatuh tersungkur dan meninggal dunia. Keduanya lalu menguburkannya dibelakang rumah neneknya. (DK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.