Ini Penyebab Keracunan di Pamatang Sidamanik Simalungun

0
346

SIMANTAB.COM, Simalungun – Penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB)  diare yang dialami oleh 135 orang warga Kecamatan Pematang Sidamanik, tepatnya di Nagori Manik Maraja, Kabupaten Simalungun,  mulai menemukan titik terang.  Hal ini dikarenakan telah turunnya hasil pemeriksaan laboratorium dari sample sumber air yang diperuntukkan bagi warga disana.

Serubabel Saragih,  Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Masalah Kesehatan (PMK),  Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, kepada Wartawan, Kamis (04/05/2017), mengatakan bahwa dari hasil sample diketahui terdapat kandungan ecoli yang berlebih pada sumber air.

” Ekoli yang berada di sumber air  penyebab dari pengumpulan dari berbagai tinja hewan.  Ini yang dikonsumsi oleh warga sehingga menyebabkan terjadinya diare pada ratusan orang disana, ” sebutnya.

Untuk penyebaran,  dapat saja terjadi dengan kemungkinan sewaktu mandi terminum oleh korban.  Ekolinya cukup tinggi. Pencemaran terdeteksi karena curah hujan yang cukup tinggi.  Namun untuk saat ini untuk hasil perhitungan kelayakan ambang batas melalui PH air belum turun, sambung dirinya.

Terkait mengenai adanya pencemaran baku mutu air yang disebabkan oleh bahan kimia,  masih kata dirinya,  sampai saat ini hasil Lab tersebut belum di peroleh oleh pihaknya.  Dan terkait kemungkinan pencemaran sumber air tersebut berasal dari hasil pemupukan pada tanaman ekaliptus milik PT TPL yang berada di sekitaran sumber air,  hingga tingginya kadar tinja hewan yang masuk ke dalam sumber air dirinya mengatakan terkait hal itu dirinya belum bisa menduga duga penyebab sehingga kadar ekoli dari tinja hewan dapat menumpuk di sumber air.

” Kita belum bisa menduga duga,  walau umbul ada di lokasi ekaliptus atau dikelilingi oleh ekaliptus terkait merebaknya kadar ecoli pada sumber air.  Tapi,  kata mereka ( saat peninjauan awal)  ada bukti hasil penyemprotan terhadap rumput,  cuma kita tidak bisa pastikan itu penyebab.  Ini dikarenakan belum ada hasil Lab untuk bahan kimia, ” sebutnya.

Untuk mengetahui secara keseluruhan penyebab, kita harus dapat data Lap keseluruhan.  ” Kita mau ke umbul memang melewati hutan ekaliptus.  Cuma kita tidak dapat menduga duga,” ungkapnya.

Ditanya apakah ini bisa disebabkan dari pupuk kandang,  dirinya mengatakan ini ada kemungkinan.  Karena Ekoli adalah kumpulan dari tinja hewan. (Die)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.