Ini Tiga Jurus Brigjen Victor E Simanjuntak untuk Berantas Korupsi di Sumut

0
184
Brigjen Pol Victor Simanjuntak (depan tengah) saat hadir dalam sebuah acara wisuda di Medan. (Simantab.com/Ist)

SIMANTAB.COM – Salah seorang putra terbait Sumatera Utara, Brigjen Pol (Purn) Victor Edison Simanjuntak menyatakan dirinya menyiapkan tiga jurus pamungkas untuk memberangus praktik tindak pidana korupsi di Sumatera Utara. Ini dia sampaikan ketika tampil sebagai pemakalah dalam acara wisuda S1, S2 dan S3 di STT Paulus Medan.

 

Pada kesempatan itu, Victor menyebutkan, dalam mensinergikan potensi bersama untuk melawan korupsi, ada tiga hal yang dapat dilakukan, yakni pengembangan spiritualitas baru, pencanangan gerakan melawan korupsi, dan kerja sama sinergis tokoh-tokoh kunci. Pada aspek spiritualitas baru, gereja-gereja menurut Victor perlu mendorong warganya untuk mengembangkan sebuah spiritualitas baru, yang di dalamnya keberagaman tidak dipahami sebagai sesuatu yang hanya bersifat status dan simbolik, yang direpresentasi pada upacara-upacara keagamaan.

“Tatkala dalam kitab suci dilarang menerima suap, memberlakukan ketidakadilan, memperkosa hak asasi manusia, maka para penganut agama mestinya taat dan konsisten. Itulah makna spiritualitas baru,” ujarnya.

Spiritualitas baru menolak ambivalensi kehidupan beragama dan menolak dikotomi waktu ibadah dengan waktu bekerja. Klaim masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang religius mestinya harus dibuktikan melalui makin menurunnya gairah berkorupsi di negeri ini.

Pada aspek pencanangan gerakan melawan korupsi, kata Victor, gereja-gereja dan umat Kristiani Indonesia, menurut dia harus secara aktif melakukan gerakan untuk melawan korupsi dalam segala bentuk.”Dalam kerja sama lintas agama, selain aspek-aspek praktis dapat dijajaki satu dialog (teologis) di seputar pandangan agama-agama tentang manusia sehingga melalui dialog tersebut dirumuskan pemikiran-pemikiran yang dapat disumbangkan dalam rangka menangkal, merasuknya virus korupsi dalam diri manusia,” urainya.

Poin ketiga, sambung bintang satu kepolisian yang pernah mengungkap kasus praktik dugaan korupsi di Pelindo II itu, berupa kerja sama sinergis tokoh-tokoh kunci, melibatkan para tokoh budaya, pendidikan dan agama didorong untuk duduk bersama merumuskan strategi yang paling tepat dalam melawan korupsi. Harus diakui dengan jujur bahwa pemikiran para tokoh ini tidak akan banyak berarti jika tidak didukung oleh kemauan politik pemerintah dalam memberantas korupsi, secara konsisten dan bersungguh-sungguh.

Sebelumnya, di hadapan para wisudawan wisudawati, dan dihadiri His Eminence Metropolitan of Singapore and Southeast Asia, Uskup Agung Medan Dr Anicetus Sinaga, Victor menyebut korupsi adalah masalah yang dihadapi oleh suatu bangsa atau negara dan seluruh umat manusia.

Korupsi kata dia berdampak negatif pada semua aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, budaya, politik dan keamanan, sehingga pada 7 Oktober 2003 konvensi Internasional PBB di Wina menetapkan “corruption“ sebagai extra ordinary crime.(Sn-09)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.