Ini yang Dibahas Bupati Simalungun Saat Temui Bupati Karo

0
1019

SIMANTAB.COM, Karo – Bupati Simalungun JR Saragih melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo. Dalam kunjungan kerjanya, dirinya menekankan beberapa hal demi memajukan antara Simalungun dengan Karo.

Sekira pukul 09.30 WIB Bupati Simalungun JR Saragih tiba di Kantor Bupati Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dalam melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, Bupati Simalungun JR Saragih didampingi Kepala Dinas Pendapatan, Bapedda, tiga Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Simalungun, Asisten Sekda, Kepala BKD, Kepala Dinas Keuangan, Infokom, Kabag Hukum dan Satpol.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut JR Saragih diterima dengan baik oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana beserta jajarannya yakni Sekda Kabupaten Karo, Bappeda, KLH, Dispenda lalu ada Staf Ahli, PTMD Kabupaten Karo, Dinas Pertanian, BKD, Pekerjaan Umum.

Di sini, bupati dua periode ini mengungkapkan beberapa hal untuk memajukan Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Karo, Sumatera Utara dalam menumbuhkan PAD di Sumatera Utara khususnya di dua kabupaten tersebut.

Di kesinergian kedua Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Karo, akan membentuk MoU, selain itu Bapedda Karo dan Simalungun harus aktif. Bahkan, keduanya akan menemui bupati yang ada di perbatasan yakni Pak Pak dan Dairi, Sumatera Utara sehingga gaung kerjasama dua kabupaten ini bisa mencapai tujuan yang menjadi bagian dalam mendukung program kinerja Presiden Jokowi dalam memajukan Danau Toba.

“Kita harus fokuskan pesta budaya. Kita harus mempersatukan, yang berbeda adalah Simalungun, Karo, Pak Pak dan Dairi dan ini harus menjadi satu untuk membawa nama Sumatera Utara,” ucap Bupati Simalungun JR Saragih di Kantor Bupati Kabupaten Karo di Jalan Jamin Ginting, Kabupaten Karo, Selasa (21/3/2017).

Menurutnya, ada beberapa hal yang ingin disampaikan karena ini merupakan prinsip untuk membangun perekonomian daerah baik di Kabupaten Simalungun maupun di Kabupaten Karo karena bagi kami ini menjadi bagian dari Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun.

Untuk point pertama, JR Saragih mengungkapkan dari sisi pariwisata bila Sumatera Utara memiliki pesta Danau Toba yang merupakan warisan leluhur di mana Danau Toba memiliki air yang bisa dinikmati, kemudian di Karo pun memiliki kesamaan dengan Simalungun yakni terdapat pesta bunga dan di Simalungun ada Pesta Rondang Bintang.

“Kita ingin keduanya disatupadukan sehingga gaungnya bisa diterima seluruh kalangan wisatawan. Apalagi Kabupaten Karo sedang musibah akibat Gunung Sinabung dan tentunya membawa dampak buat wisatawan yang datang ke Kabupaten Karo turun,” paparnya.

Bupati Kabupaten Karo Terkelin Brahmana SH menuturkan bila dari tradisi budaya Karo dan Simalungun memiliki kesamaan sehingga tidak susah untuk melakukan kolaborasi. Dari sisi pengangkatannya harus dipikirkan agar kemasannya jadi lebih besar. Ini menjadi hal yang positif dalam mendukung pariwisata yang menjadi fokus dari perhatian Kabupaten Karo.

“Tentunya kita harus membuat paket wisata sehingga, akan memudahkan wisatawan datang ke Simalungun dan Karo. Daya tarik wisatawan tentu akan lebih banyak datang,” paparnya.

Lalu, point kedua Bupati Simalungun JR Saragih menyatakan bila Kabupaten Karo dengan Kabupaten Simalungun ingin ada tempat event di bagian perbatasan yaitu di Pak Pak dan Dairi, dimana perbatasan Karo dengan Simalungun memiliki tugu sehingga bisa dibuat begitu indah.

“Kita harus menjadi terbaik bukan sekedar jadi penonton. Masing-masing harus proaktif dan ini menjadi bagian dari konsentrasi Jokowi dalam menghidupkan Danau Toba. Kita harus menyambut apa yang disampaikan presiden dengan bergandeng tangan,” tambahnya.

Point berikutnya adalah persoalan pengungsian yang ada di Kabupaten Karo. Di sini, dalam kinerja semangat baru JR Saragih memberikan solusi kemudahan untuk Kabupaten Karo dalam menuntaskan persoalan pengungsi.

“Kita harus mendukung dan ingin memberikan untuk mengurangi beban di Kabupaten Karo dari sisi pengungsian. Di wilayah kami, yakni di Dolok Silau masih banyak lahan, sehingga bisa mengurangi beban di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yakni terdapat ada 7.000 pengungsi,” lanjutnya tersenyum.

Mendengar hal ini pun, Bupati Kabupaten Karo Terkelin Brahmana menyambut positif. Diakuinya, dengan ide dari JR Saragih menjadi langkah yang baik dalam menanggulangi pengungsi akibat bencana Gunung Sinabung.

“Melalui pertemuan ini mendapatkan titik baik untuk merelokasi para pengungsi, ini menjadi hal yang positif buat Kabupaten Karo Khususnya dari bantuan yang datang dari Bupati Simalungun JR Saragih,” tukasnya. (Rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.