Jalan Panei Tongah Macet Parah, Ternyata ini Penyebabnya

0
350

SIMANTAB.COM, Panei Tongah – Bukan hanya kali ini saja banjir terjadi di Jalan Siantar – Saribu Dolok, tepatnya di Panei Tongah, Kecamatan Panei Tongah, Kabupaten Simalungun. Namun, kali ini banjir menyebabkan kemacetan parah di jalan lintas itu.

Hujan deras yang terjadi pada Jumat (25/11/2016) malam mengakibatkan ruas jalan di daerah itu banjir. Diduga luapan air berasal dari perkebunan sawit milik PTPN IV, Kebun Marjadi yang debitnya terlalu tinggi sehingga drainase tak mampu menampung debit air.

 

img-20161125-wa0004

Alhasil, jalan dibawah naungan Provinsi Sumatera Utara itu tertutup air hingga tingginya mencapai satu meter.

Karena ruas jalan tergenang, kendaraan yang melintas terpaksa harus berhati-hati karena tingginya air dan arus yang deras. Akibatnya, arus kendaraan menjadi macet parah hingga mencapai 3 kilometer.

Sinaga, salah seorang warga sekitar pada wartawan mengatakan, apa yang terlihat saat ini bukanlah kali pertama dirasakan. Selain harus menyelamatkan barang-barang mereka, mau tak mau mereka juga hujan-hujanan guna membimbing kendaraan yang menerobos banjir dan juga ikut serta mengatur lalu lintasnya agar kemacetan tidak semangkin parah.

“Dahulu ketika kebun Marjandi masih menanam Teh sebagai komoditinya, kami tidak pernah merasakan banjir. Namun, saat beralih fungsi menjadi tanaman Sawit, beginilah yang terjadi. Uniknya ini sudah bukan kali pertama, tetapi asal turun hujan terjadi. Tetapi, pihak perkebunan sampai saat sekarang belum memiliki solusi untuk mengatasinya. Air dari perkebunan tetap melimpah kemari,” ujarnya.

“Debit airnya besar sekali. Paritnya gak sanggup menampung. Pihak perkebunan sebenarnya sudah berulang meninjau lokasi luapan air yang menuju badan jalan dan rumah warga. Cuma tembok pemecah air tidak begitu berarti, banjir tetap menjadi kebiasaan. Lihat saja, hujan sudah berhenti tetapi air dari areal kebun tetap mengalir,” lanjut warga.

Ketika ditanya, apakah memakan waktu lama menanti surutnya air, sehingga jalan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, dirinya menjawab bahwa butuh waktu yang lama menanti air surut.

“Lama ini surutnya, saya warga sini faham betul. Kalau mau buru buru, bisa melalui jalan alternatif. Jalan itu dari simpang Marjandi, dari jalan kebun. Dapat tembus hingga simpang Panombean, Kecamatan Panombean Panei atau dapat juga ke arah Naga Huta. Disana tidak banjir,” sarannya. (Sn-09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.