JR Emosi, Persoalan Sampah Tak Kunjung Selesai

0
614

SIMANTAB.COM, Simalungun – Bupati Simalungun tak bisa menahan emosinya lagi saat melewati jalan menuju Pasar Modern, Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Pasalnya, banyak sampah yang berserakan.

Luapan emosi Bupati Simalungun JR Saragih, selepas melakukan pelayanan masyarakat di Gaja Pokki, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mulai dari pencatatan sipil, pelayanan kesehatan hingga pasar murah.

Setelah pelayanan masyarakat, JR Saragih akan melakukan kunjungan ke Pasar yang ada di Saribu Dolok. Tak sampai di pasar, JR Saragih mendadak berhenti di jalan menuju Pasar Modern. Begitu keluar dari kendaraannya, JR Saragih langsung meluapkan emosinya.

Dalam melakukan pelayanan, JR Saragih tak sendirian melainkan bersama jajaran dinas Pemerintahan Kabupaten Simalungun termasuk para camat yang ada di Simalungun.

“Camat Silimakuta sekali lagi saya lihat soal sampah seperti ini jangan sakit hati kalian kalau saya non job kan,” tegas Bupati Simalungun JR Saragih kepada Camat Silimakuta Rosendi Sinaga di Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (12/7/2017).

Diakuinya, persoalan sampah di Simalungun hingga kini belum terselesaikan. Selain, Camat Silimakuta, sasaran emosi pun ditujukan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Simalungun Mislaini Saraguh.

“Sudah berulang kali kutegur soal sampah masih saja seperti ini. Jangan bikin malu Simalungun, tanamkan pada diri Anda soal kebersihan. Kalau seperti ini kita semua yang malu, dan ini terakhir saya lihat soal sampah seperti ini, jangan sakit hati kalian kalau saya non job kan,” tambahnya.

Bupati Simalungun JR Saragih menuturkan agar jangan membuang sampah sembarangan karena akan menimbulkan bau yang tidak sedap.

“Kami meminta kepada semua pihak bukan hanya masyarakat saja yang harus perduli dengan sampah tetapi semua harus aktif dalam persoalan sampah,” bebernya lagi.

Kemudian, dirinya juga meminta kepada dinas lingkungan hidup untuk selalu melakukan operasi sampah sehingga akan mudah diketahui keberadaan sampah. Tak itu saja, dirinya juga meminta kepada dinas perhubungan untuk menerjunkan personilnya guna menjaga semua pasar atau pekan yang ada di Simalungun.

“Simalungun memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang besar sehingga ini bisa dimanfaatkan untuk membuang sampah. Tapi, persoalannya adalah ketika masyarakat membuang sampah dan tidak ada truk sampah yang aktif,” tutupnya. (Die)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.